Apakah Betul Ducati Fokus Riset Motor Marquez Karena Satu-Satunya Masuk Deretan 5 Besar Klasemen ?

BeritaBalap.com-Menjadi pertanyaan yang kritis dan menarik dijawab. Apakah betul Ducati fokus riset dan pengembangan motornya Marquez saja karena satu-satunya penunggang Ducati yang berada di deretan 5 besar ? Dalam hal, Francesco Bagnaia ‘Pecco’ sudah tidak diurus lagi, terlebih akan pindah tim pabrikan Aprilia (2027).

Sekilas informasi saja, Marquez ada di posisi ke-2 standing point MotoGP. Beda 2 poin saja dari Jorge Martin (Aprilia) yang pimpin klasemen. Nah, dibawah Marquez, ada petarung Aprilia lainnya.

Di peringkat ke-3 dan ke-4 ada nama Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dan Ai Ogura (Trackhouse Racing MotoGP) dan deretan 5 besarnya adalah Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory).

koizumi

BACA (JUGA) : Acosta Bantah Keras Pernyataan Bos Besar KTM Soal Ingin Kalahkan Marquez Di Ducati Dengan Motor Yang Sama

Sehubungan hal tersebut, Bos KTM Davide Tardozzi membantah kabar tidak sedap ataupun isu tersebut. Tidak benar hanya fokus kepada Marquez dan Pecco ditinggalkan saja. Intinya, motor disetting sesuai dengan input atau masukan masing-masing pembalap.

“Situasinya memang seperti itu karena semua motor Aprilia berada di depan. Meski begitu, saya tidak memercayainya, dan saya sangat menentang mereka yang mengklaim bahwa Marc Marquez telah mengarahkan pengembangan motor tersebut untuk kebutuhan pribadinya sendiri.”

BACA (JUGA) : Akankah Aldi Satya Mahendra Dan Veda Ega Pratama Bertemu Di Moto2 2028 ? Satu di Tim BLU CRU Pramac Yamaha, Satunya Di Tim Honda Team Asia

“Itu sama sekali tidak benar. Saya telah melihat apa saja kontribusi yang diberikan dan apa yang telah diputuskan oleh para pembalap lain, jadi sama sekali tidak benar jika dikatakan bahwa motor tersebut dibuat sesuai dengan spesifikasi Marquez, “terang Davide Tardozzi selaku manajer tim Ducati yang dilansir Berita Balap dari Sky Italia.

“Itu hanyalah gosip belaka. Siapapun yang terlibat dalam pengembangan motor ini tahu persis apa yang telah dilakukan untuknya dan apa yang telah kami upayakan untuk pembalap lainnya. Sebagai contoh, bagi Francesco Bagnaia meskipun pada akhirnya tidak membuahkan hasil.”

“Kami selalu memiliki kemungkinan dan kemampuan untuk mengembangkan motor bagi setiap pembalap. Dengan kata lain, bukan berarti jika motor tersebut bekerja dengan baik untuk Marquez, maka motor itu juga akan sama bagi semua orang, “tambah Davide Tardozzi. BB1

You May Also Like