BeritaBalap.com- Bos Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menyebut persaingan gelar juara MotoGP 2026 semakin rumit setelah balapan di Red Bull Ring, Austria, akhir pekan lalu. Menurutnya, persaingan masih terbuka lebar, namun Ducati harus segera menemukan momentum untuk kembali mengumpulkan poin maksimal.
Tardozzi juga mengungkapkan faktor penting yang harus dimiliki para pembalap Ducati dalam menghadapi tujuh seri terakhir musim ini, mulai dari konsistensi hingga keberanian menyerang. Dalam situasi tersebut, pria yang menjabat sebagai Manajer Ducati Lenovo itu teringat nasihat Casey Stoner, mantan pembalap Ducati Corse yang sukses meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2007 dan 2011.
Stoner sendiri menjadi salah satu figur penting dalam sejarah Ducati di MotoGP, sehingga nasihatnya masih melekat bagi Tardozzi dalam menghadapi situasi perebutan gelar musim ini. Ia menilai fase akhir kejuaraan membutuhkan pendekatan berbeda karena setiap poin akan sangat menentukan posisi para kandidat juara.
“Tentu saja konsistensi, tetapi juga kecepatan dan agresivitas. Kami telah mencapai titik di mana kami harus menyerang. Seperti yang diajarkan oleh Casey Stoner yang hebat kepada saya. Anda menghadapi paruh pertama kejuaraan dengan menggunakan akal, dan paruh kedua dengan menggunakan hati,” buka Tardozzi.
Kondisi Ducati memang tidak ideal pada MotoGP Austria 2026 karena tidak ada satu pun pembalap mereka yang berhasil naik podium pada balapan utama. Pedro Acosta dari KTM keluar sebagai pemenang, sedangkan tiga pembalap Aprilia mengisi posisi tepat di belakangnya.
BACA JUGA : Marquez Beberkan Faktor Penting Dalam Perebutan Gelar Juara MotoGP 2026
“Jelas sekali, Aprilia telah melakukan pekerjaan dengan baik dan kini memetik hasil dari kerja keras tersebut. Kejuaraan dunia masih terbuka lebar. Kami tidak menyangka akan kehilangan begitu banyak poin di sini, namun kami harus mengakui kehebatan mereka.Sekarang, giliran kami untuk bangkit kembali di balapan-balapan mendatang,” tukas Tardozzi. Edhot



















