BeritaBalap.com- Massimo Rivola, Bos Aprilia menegaskan bahwa duo rider andalannya, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin diberikan kebebasan penuh untuk bertarung memperebutkan gelar juara MotoGP 2026. Rivola yang juga menjabat sebagai CEO Aprilia ini menekankan selama peluang keduanya masih terbuka secara matematis dan tetap menjaga rasa hormat di trek.
Aprilia tampil dominan di awal musim. Bezzecchi memenangi tiga balapan utama secara beruntun dan memperpanjang rapor impresifnya menjadi lima kemenangan berurutan sejak Portimao 2025 lalu, sekaligus mencatat rekor 121 lap memimpin secara beruntun di kelas premier.
Meski demikian, Bezzecchi yang kini memimpin klasemen sementara hanya unggul empat poin dari rekan setimnya, Martin yang bangkit luar biasa setelah musim 2025 lalu dipenuh cedera. Martin membuka musim 2026 dengan P4 di Thailand, finis kedua di Brasil dan Amerika, serta memenangkan Sprint Race di COTA.
Konsistensinya membuatnya kembali dipandang sebagai kandidat juara dunia, meski rumor kepergiannya ke Yamaha semakin kencang setelah laporan bahwa juara dunia 2024 itu telah menandatangani kontrak untuk musim berikutnya. Sementara Bezzecchi telah mengamankan kontrak multi tahun bersama Aprilia.
BACA JUGA : Pecco Bagnaia Akui Keunggulan Aprilia Setelah Kurang Maksimal di MotoGP Amerika
Di tengah dinamika internal yang panas ini, bos Aprilia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberi perlakuan khusus kepada salah satu pembalap, meski situasi kontrak mereka berbeda. “Belum ada keputusan yang dibuat mengenai susunan pembalap,” buka Rivola.
Pria berpaspor Italia ini kemudian menegaskan, “Keduanya bebas untuk balapan sampai perhitungan matematis menyingkirkan salah satu dari mereka. Yang penting adalah adanya rasa hormat di lintasan. Dan dalam hal ini, kami sangat jelas,” pungkasnya. Edhot














