BeritaBalap.com- Marc Marquez dinilai mengalami penurunan gairah bertarung pada MotoGP 2026 setelah tampil begitu dominan hingga merebut gelar juara dunia musim sebelumnya. Pembalap Ducati Lenovo tersebut kini menghadapi tantangan lebih berat dengan performa yang belum mampu menyamai levelnya sepanjang musim 2025.
Pada MotoGP 2025, Marquez tampil luar biasa dengan mengoleksi 11 kemenangan dan 15 podium dari 18 balapan yang diikutinya dalam total 22 seri. “Motor Ducati yang benar-benar optimal adalah versi 2024. Lalu, di 2025, pembaruannya tidak seefektif yang dikira, dan Marquez mengendarai motor itu melebihi potensinya. Dia memberikan setidaknya 30% performa (tambahan),” buka Pernat.
Memasuki MotoGP 2026, performa Marquez terlihat lebih sulit dipertahankan karena baru mengoleksi tiga kemenangan dan tiga podium dari 10 balapan dalam 12 seri yang telah digelar. Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa sang juara bertahan tidak lagi memiliki dorongan ekstra seperti ketika berjuang keras merebut kembali mahkota juara dunia.
Pernat menilai perubahan tersebut bukan berarti Marquez sudah kehilangan keinginan untuk menang, melainkan tingkat motivasinya tidak lagi berada pada level yang sama seperti musim sebelumnya. “Dia sangat termotivasi, setelah semua perjuangannya selama ini, hingga menutupi apa yang sebetulnya tidak bekerja dengan baik,” sambung Pernat.
Performa Ducati yang belum sepenuhnya optimal juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Marquez tidak mampu mengeluarkan kelebihan besar seperti musim lalu. Jika sebelumnya ia mampu memberikan tambahan performa hingga menutupi kekurangan motor, kini keunggulan tersebut dinilai mulai berkurang.
“Tahun ini kurang lebih sama (seperti 2025), perbedaannya Marquez sudah lebih merasa puas. Bukan karena dia tidak ingin menang, tentu saja bukan itu. Tapi, dia tidak lagi memiliki api semangat yang dia punya tahun lalu, dia tidak punya 30% tambahan performa itu, tidak selalu,” tutup Pernat, dikutip dari Motosan. Edhot














