Spek Mesin MX King RPM 14 Ribu M Syirat Sauqi Jawara UB150 ARRC 2026 Jepang by Subur LFN

BeritaBalap.com-M Syirat Sauqi mencuri perhatian publik dengan keberhasilannya meraih podium juara dalam balap Race ke-2 UB150 gelaran Asia Road Racing Championship 2026 (ARRC 2026) di Sirkuit Motegi Jepang, Minggu kemarin (14 Juni).

Patut dipahami, Syirat Sauqi yang berasal dari NAD (Aceh) adalah rookie atau pendatang baru yang full series di ARRC 2026. Jadi bukan berstatus pembalap pengganti ataupun wildcard seperti sebelumnya. Ini tarung full-series ARRC 2026 bersama tim Yamaha LFN HP969 Indonesia Racing Team milik Haji Putra Rizky.

Tentu saja, menarik untuk mengetahui garis besar spek mesin MX King yang notabene diriset dan dikembangkan mekanik Subur LFN. Tentu saja, berdasarkan batasan regulasi terbaru UB150 yang maksimal RPMnya 14 ribu.

koizumi

BACA (JUGA) : Catatan Penting Pertamax Turbo Kejurnas MotoPrix 2026 Boyolali : Ada 3 Mekanik Penguasanya !

“Hasil dynonya 28,5 HP (Horse Power) dan torsinya 17 nM, “tukas Subur yang mematok final gear di trek Motegi ialah 16-43. Sampai disini, jangan salah persepsi ya, bahwa angka dyno tersebut bisa memiliki hasil berbeda ketika menggunakan mesin dyno yang berbeda.

Bicara karakter trek Motegi begitu variatif. Tidak hanya bicara top speed atau kecepatan puncak, juga ada permukaan lintasan yang menanjak hingga membutuhkan semburan torsi yang spesial, termasuk ada trek yang menurun.

Desain dan hitungan durasi camshaft menjadi perhatian serius. Disini membangun karakter yang diinginkan pembalap dibarengi pertimbangan teknis kiliker. Terlebih sudut buka-tutupnya saat sebelum/sesudah TMA (Titik Mati Atas) dan TMB (Titik Mati Bawah). Kalau dihitung bermain di angka durasi 267 derajat.

“Garis besarnya untuk durasi noken as pada sisi In, itu sudut tutupnya 63 derajat dan bukanya 34 derajat, sedangkan untuk  Exnya sudut bukanya pada 62 derajat dan close pada 35 derajat. Overlapnya 3,4 mm. Pembalap harus piawai menjaga RPM, terlebih saat 2 lap terakhir yang menentukan, “ucap Subur yang ketika ARRC 2024 menghantar Fahmi Bassam meraih juara Asia UB150 dan selanjutnya runner-up di ARRC 2025. Kalau sekarang, Fahmi Bassam sudah naik kelas ke AP250.

Lebih lanjut, Subur LFN yang berasal dari Medan Sumatera Utara yang menggunakan otak pengapian ECU aRacer Super 2 mematok kompresi 14,4 : 1. Ini aman terkendali tanpa sedikitpun gejala temperatur panas yang berlebihan. Tidak ada gejala detonasi. Siap sedia melayani permainan cantik sekaligus ganas dari riding style  Syirat Sauqi.

Menyangkut suplai bahan bakar dan udara di ruang bakar, maka Subur LFN mengandalkan Throttle Body berdiameter 32 mm. Aliran gas aktif yang siap dikompresikan dikawal klep (UMA Racing) yang pastinya sesuai aturan main UB150 (22/19 mm).

Untuk lift atau angkatan klep berani hingga 9,3 mm dan 9,4 mm untuk bagian in dan ex.  Lagi-lagi, kinerjanya oke-oke saja saat overlap. Tenaga atasnya ngisi terus. Tidak hanya teriak, makanya Syirat Sauqi bisa lepas saat keluar tikungan akhir trek Motegi. BB1

You May Also Like