Bos Ducati Protes Soal Homologasi Mesin Sebelum MotoGP Qatar, Berikut Masukannya…

BeritaBalap.com-Topik homologasi atau penentuan mesin yang akan dipakai sebelum seri pertama MotoGP kembali menjadi diskusi keras. Aturan yang berlaku sejak 2008 ini disebut sudah tidak relevan oleh bos Ducati, Paolo Ciabatti. Idealnya ada waktu dalam perjalanan seri dimana tim pabrikan dapat mengupdates alias mengganti mesin yang sudah dihomologasi dengan model terbaru.

“Kami telah melakukan diskusi sengit saat aturan ini diperkenalkan, “kenang Paolo Ciabatti selaku Direktur Olahraga Ducati. Bahkan pula Marc Marquez (Repsol Honda) sempat mengeluh di tes Malaysia karena harus memutuskan pilihan dari dua mesin Honda RC213V setelah pengujian pertama di Valencia.

Boleh jadi, aturan penggunaan 7 mesin untuk tim lawas dan 9 mesin untuk tim anyar dianggap kurang optimal. Harus ada waktu dimana dapat mengupdates mesin berdasarkan perkembangan riset yang dijalani.

“Ini adalah keputusan beresiko untuk memilih versi mesin tertentu yang harus dihomologasi sebelum seri Qatar. Karena itu, kami telah lama menyarankan agar memberi update mesin di beberapa waaktu selama musim balap, “tambah Paolo Ciabatti yang berharap agar jumlah mesin dapat ditambah lagi jika nantinya seri MotoGP meningkat di tahun 2019 dan 2020 menjadi 20 putaran.

Anyway, tahun ini memang Ducati harus mendistribusikan 3 tipe mesin Ducati yang berbeda untuk pasukan pabrikan dan dua tim satelitnya. Itu diantara GP18, GP17 dan GP16. Sedang Honda dan Yamaha cukup dengan dua jenis mesin untuk pabrikan dan satelit.

Untuk Suzuki, KTM dan Aprilia memang belum punya tim satelit. Masih petarung tunggal. Pada sisi lain, memang Dorna berupaya untuk melakukan penghematan biaya dalam pengembangan mesin agar tim-tim satelit atau lainnya tidak tertinggal dengan pasukan papan atas yang kuat secara finansial. BB1 

Facebook Comments

You May Also Like