Dua Pembalap Yogyakarta ‘Davi Vs Gandewo’ Bersaing Raih Gelar Juara Nasional Beginner di Final MotoPrix 2026 Mijen Pekan Ini

BeritaBalap.com-Pembalap Yogyakarta ora entek-entek ! Maksudnya rider Jogja penuh prestasi nggak ada habis habisnya. Terus dan terus lahir lebih dari 30-40 tahun berjalan.

Nah, yang dibahas kali ini adalah pertarungan dua pembalap belia Davi Kumoro dan Gandewo Abimanyu yang sama-sama asal Yogyakarta yang sama-sama pula berjuang memperebutkan gelar juara nasional Beginner. Ini dalam Final MotoPrix 2026 di Sirkuit Mijen Semarang, akhir pekan ini (25-27 Sept).

Gandewo dari tim MBKW2 Jogja, sedangkan Davi Kumoro timnya RMF Trans The Strokes55. Yang satu pakai Honda GTR 150, satunya MX King 150. Mereka beda 5 poin saja dari total 50 poin yang diperebutkan.

koizumi

BACA (JUGA) : SAE Racing Team Ikut Ramaikan Final MotoPrix 2026 Mijen Dengan Rider Alfi Husni dan Aldiaz Aqsal, Janjian Sama Timnya Haji Putra

Dalam konteks ini, artinya pembibitan anak-anak Yogyakarta tidak ada habis-habisnya. Selalu ada dan selalu ada. Terspesial di Indonesia. Yang menarik pula, dijamin para pembalap Yogyakarta digembleng latihan di trek Stadion Mandala Krida. Itu wajib hukumnya sampai sekarang. Tidak perlu bicara sirkuit permanen yang sekedar narasi dan wacana. Wis..Mandala Krida ae..!

Sekilas informasi saja, Davi Kumoro adalah putera dari pembalap ex rider asal Yogyakarta Diaz Kumoro Djati. Davi Kumoro adalah cucu tercinta Om Penta Wijaya, legenda balap nasional karena ibunda Davi (isteri Diaz Kumoro) adalah puteri Om Penta. Saya kenal Om Penta tahun 1999-2000 ketika jurnalis tabloid. Bengkelnya masih di Jl. Pengok Kidul (sebelum dijual).

Faktanya, banyak juga yg kemudian anak dari pembalap Yogyakarta menular positif menjadi rider top juga. Sedikit cerita aebagai pembuktian spesialnya tongkat estafet pembalap Jogja, bahwa saat saya masih sekolah di Jogja tahun 1991, saya menyaksikan langsung sepak-terjang para racer senior Yogyakarta Penta Wijaya, Bima Oktavianus dll. Bahkan ada lagi yg jauh sebelumnya.

Sampai saya pernah nonton Kejurnas Road Race di Tawang Mas Semarang 1995, malah kena razia polisi di Pertigaan Bawen (dekat terminal) karena RXZ saya telat bayar pajak. 1 bulan motor ditahan di Polres Salatiga. He he he..

So, itu fakta tahun 1990-an yang berarti sudah lebih dari 36 tahun hebatnya tongkat estafet pembibitan, termasuk era sebelumnya, dan ini terus berlanjut ya talenta Yogyakarta. Top pokokke Jogja. BB1

 

You May Also Like