Onesixeight Management Dukung Sheva dan Ryan Pelatihan MX di California

BeritaBalap.com-Wujud perhatian dalam kondisi pendemi Covid-19. Itu yang dilakukan kroser Mevans Sanggramawijaya dan Onesixeight Management dengan mencari solusi bijak dan terbaik sehubungan pembinaan pembalap yang disupport.

“Dengan terhentinya jadwal balap hampir 1,5 tahun ini, minimal harus ada cara dan langkah konkrit untuk mengejar ketertinggalan, “tegas Mevans. Parahnya lagi, saat dihadapkan dengan aturan pembatasan usia crosser.

Ketika masuk masa pandemi, kebetulan menjadi batas akhir usia crosser, yang telah ditetapkan menjadi aturan. “Dan masih banyak lagi, faktor dan pemicu pentingnya booster mental, skill dan gaya bertarung crosser, untuk mengejar ketertinggalan pengaruh pandemi, “wejang Mevans.

koizumi

Dari latar belakang ini, Ryan Devano Ardiansyah yang akrab disapa Ayen dan Shehva Anela Ardiansyah, petarung Onesixeight Motocross Team, tadi pagi (15/10) telah diterbangkan ke California.

Akomodasi dan berbagai kebutuhan sehubungan dengan keperluan Ayen dan Sheva selama di California, telah dipersiapkan Mevans melalui Onesixeight Management. Rencana pastinya, Ayen dan Sheva akan ditempa di Jim Holley Motocross Training Camp, California.

Tarjetnya, prioritas untuk menjaga konsistensi gaya balap, meningkatkan skill bertarung dan menambah pengalaman Ayen dan Sheva. Bagi Sheva kesempatan dan peluang ini, menjadi timing tepat, sehubungan kenaikan kelas di MX 125 cc, yang baru saja dimulai di tahun 2021 ini. Laga di luar negeri juga sering dilalui Sheva saat masih di kelas 65 cc dan 85 cc.

Menurut Irwan Ardiansyah, pemusatan pelatihan crosser Onesixeight Motocross Team di Jim Holley Motocross Training Camp, California, lebih tepat untuk membentuk standarisasi program pelatihan skala international, yang lebih terukur.

“Harapannya, dari sisi mental, skill dan tensi bertarung, setara dengan kemampuan crosser-crosser dunia, “timpal Mevans. “Sebab, dari skema usia penjenjangan, batas kemampuan training fisik, metodhe pelatihan, desain handicap dalam pembentukan skill dan nyali, perbedaanya cukup signifikan, “lanjut Mevans.

Bagi Ayen, pengalaman di California mendatang akan melengkapi jam terbang Ayen yang pernah berlaga di Kejuaraan AMA Supercross KTM Junior 50 cc, San Diego, California 2020 dan membawa bendera Onesixeight Motocross Team.

Di tahun yang sama Ayen juga pernah berlaga di event regional CMXRS Swapmoto El Dorado seri 4 di Los Angeles dan finish ke-4 di kelas Pee Wee Open.

Mevans Sanggramawijaya (kanan-celana jeans) dan Irwan Ardiansyah (kiri)

Selain memperdalam skill motocross di Jim Holley Motocross Training Camp, California, Sheva dan Ayen fix akan berlaga di AMA California Classic Championship Motocross.  Sebuah event spektakuler yang digelar setahun sekali di California. Dan telah kuat terbangun trade mark, bahwa di event ini, crosser-crosser dunia asal Amerika diorbitkan.

Hingga sukses berpengaruh sehubungan trend setter dan kiblat motocross dunia, baik dari evolusi desain handycap, teknologi special engine, sampai apparel-nya. Di 2019 silam Sheva juga pernah turun di AMA California Classic Championship Motocross, saat masih di kelas 85 cc.

Dan mendatang rencana pastinya, Sheva dan Ayen akan turun lagi di AMA California Classic Championship Motocross, dengan membawa bendera Onesixeight Motocross Team. Sheva dan Ayen, memang saya fokuskan untuk training skill dan laga di event. Agar lebih mudah mengeksplore kemampuan skill, selama training.

“Kajian ini yang menurut saya dan Irwan, lebih mudah dalam penyegaran gaya balap, hingga inovasi gaya bertarung, “urai Mevans. Pasal itu, selain event AMA California Classic Championship Motocross, Sheva juga mencari event motocross lain. Info dari kolega Irwan yang ada di California, mengabarkan memang ada eevent lokalan di California, tapi sirkuitnya skala international.

“Maka, sepakat di rangkaian event itu, Sheva dan Ayen iikut berlaga, “terang Mevans. Makin spesial, dua bulan penuh sebelum pemberangkatan ke California, Sheva dan Ayen telah intens melangsungkan pemantapan di sirkuit di Bantul, Jogja. Sengaja, tipikal tanahnya dirancang jenis “rutted” atau gembur, sama seperti sirkuit di luar negeri.

“Dengan begitu, saya dan Ayen jadi lebih terbiasa dengan skill untuk menu tipikal tanah sirkuit rutted, “senyum Sheva. Konsekuensinya, latihan teknik yang pernah diajarkan di luar negeri, cukup diulang lagi untuk beradaptasi lagi.

Karena jenis teknik, skill balap dan spesifikasi pacuan yang dibutuhkan sama. Dari teknik gantung RPM, pemilihan tipe ban, pemakaian tekanan angin ban, sampai setingan mesin terbaik. “Otomatis, dari sisi kebutuhan fisik, lebih terforsir. Untuk itu, durasi latihan fisik dari schedule awal, jadi bertambah, “urai Sheva yang belakangan ini rajin gowes dengan road bike. tim

Facebook Comments

You May Also Like