Tidak Takut Talenta Muda Honda Menumpuk, Anggono Iriawan : Saya Butuh 9 Gerry Salim Dan 9 Andi Gilang !


Beritabalap.com-Untuk kesekian kalinya portal beritabalap.com yang paling lengkap bicara berita balap mencoba untuk menggali berbagai informasi nyeleneh kepada komandan Motor Sports PT. Astra Honda Motor (AHM), Anggono Iriawan. Jadi bukan bicara hasil lomba ataupun fakta “telanjang” yang tampak di depan mata. Itu biasa dan umum. Apalagi hanya sekedar cepat.

Tapi ini adalah ide atau gagasan dari orang-orang yang terlibat dalam proyek balap AHM yang pastinya konsep atau rancangannya sudah matang. Kemarin-kemarin, dibahas soal konteks berpikir logis tentang ekspetasi alias harapan berlebihan atas sepak-terjang Dimas Ekky Pratama di balap Moto2 Sepang, Malaysia (28-29 Oktober).

Nah, kali ini soal statement atau ilustrasi Anggono Iriawan, Senior Manager Safety Riding & Motor Sports AHM bahwa ia membutuhkan 9 orang seperti Gerry Salim ataupun 9 orang seperti Andi Gilang. Oh ya, dua pelaga tersebut memang berusia muda potensial. Kisaran usianya 19-20 tahun. Gerry Salim calon kuat jawara AP250 (ARRC 2017), sedang Andi Gilang konsen di FIM CEV Moto3.


Pastinya, jangan salah persepsi atau menterjemahkan kalimat tadi secara denotatif ya. Itu punya makna implisit atau tersirat. Logika dari pernyataan tersebut bahwa Honda akan memperlakukan seleksi ketat kepada pebalap-pebalap agar mendapatkan talenta berbakat. Maklum saja, setiap tahun para petarung muda Honda bertambah dan bertambah terus. Termasuk diberi kesempatan untuk menunjukkan bakatnya di strata internasional.

“Saya butuh 9 rider seperti Gerry Salim ataupun 9 racer seperti Andi Gilang. Apa sebab ? Karena saya dapat mengkomparasi pebalap berbakat dan punya kemampuan yang spesial. Makin banyak kemungkinan dengan tingkat skill yang sama, maka makin mudah mencari yang terbaik, “ucap Anggono Iriawan saat diskusi “ngalor-ngidul” dunia balap tanah air di belakang paddock tim Federal Oil Gresini Racing. Itu saat MotoGP 2017 Sepang.

“Jadi pada akhirnya, akan ada yang tersingkir. Yang diberi kesempatan dan tidak punya prestasi signifikan, pada akhirnya tereliminasi. Racing itu memang kejam namun itu berlaku di semua negara. Saya tidak perlu sebut, sudah ada beberapa pebalap binaan Honda yang tidak dipakai lagi di gelaran internasional bersama Astra Honda Racing Team (AHRT), “tambah Anggono Iriawan. Paham ya ! Jadi jangan terlena dan harus terus kejar prestasi. BB1

 

Facebook Comments

You May Also Like