Wow..! Rencana Tim Manual Tech Tarung SS600 Dengan R6 (ARRC 2020), Alasannya ?

BeritaBalap.com-Seperti sudah diberitakan sebelumnya bahwa tantangan kedepan tim Manual Tech asal Yogyakarta adalah membawa pembalap Indonesia meraih juara umum Supersports 600 (SS600) dalam pagelaran Asia Road Racing Championship (ARRC).

BACA (JUGA) : Apa Tantangan Kedepan Ibnu Sambodo “Pak De” Setelah Jawara AP250 (ARRC 2019) ?

Ini belum pernah sama sekali sejak dahulu kala. Sebetulnya, secara tim Manual Tech memang pernah menjadi yang terbaik (ARRC 2018) namun dengan pembalap asal Malaysia, Azlan Shah Kamaruzaman. Nah, mimpi Ibnu Sambodo selaku pemilik tim sekaligus chief-mechanic adalah meraih jawara umum SS600 bersama rider Indonesia.


Maka dari itu, planningnya adalah menduetkan kembali AM Fadly yang musim ini juara umum AP250 (ARRC 2019) dengan seniornya Ahmad Yudhistira yang tahun ini balap ASB1000.

“Itu rencana saya dan targetnya langsung meraih juara umum SS600 di tahun pertama mereka (ARRC 2020), “tegas Pak De yang terakhir menghantar Yudhistira di posisi ke-3 dalam klasemen akhir SS600 (ARRC 2019).

BACA (JUGA) : Tim Manual Tech Terbaik Dalam 10 Tahun ARRC, 6 Kali Juara Umum Pada 3 Kelas Berbeda

Ini yang menarik dicermati, bahwa Manual Tech yang notabene tidak bersama Kawasaki lagi musim depan (2020) berencana pula mengandalkan motor Yamaha YZF-R6. Principal Kawasaki Heavy Industries (KHI) memangmemilih mundur dari aktifitas racing. Secara logika, sah-sah saja karena memang mereka tim profesional yang tidak terikat pabrikan manapun (2020).

“Kalau bicara perfoma, memang sulit mengalahkan R6 yang terus diriset dan didevelop. Selalu ada penyegaran tehnologi karena memang penjualannya bagus di Eropa dan Amerika. Laih hal, CBR600RR ataupun ZX-6R yang tidak produksi lagi setelah wajibnya Regulasi EURO4. Kalaupun yang dipasarkan saat ini, hanya ganti warna saja. Mesin sama saja. Tidak ada perubahan, “tukas Pak De.

Sekilas informasi saja, jika mengacu hasil kualifikasi SS600 saat final ARRC 2019 Thailand, seorang Andi Gilang saja harus tertinggal mulai 1 hingga 1,4 detik dari para penunggang R6 dalam sesi kualifikasi. Jauh ketinggalan dari Peerapong, Kasma Daniel dan Adam Norrodin.

Pertanyaan kritisnya, darimana rencana Pak De dapat pacuan R6 ? Ah, itu rahasia perusahaan. Mau tahu aja. Kemungkinan besar, tidak dari dalam negeri untuk menekan harga. Penasaran kan ? Tunggu saja berita perkembangannya lebih lanjut BB1

Facebook Comments

You May Also Like