BeritaBalap.com- Jorge Martin akhirnya mengungkap alasan di balik penurunan performanya bersama Aprilia Racing dalam beberapa seri terakhir MotoGP 2026. Juara dunia 2024 itu menilai perubahan setelan motor menjadi faktor utama yang membuat performanya tidak lagi sekonsisten pada awal musim.
Martin sempat tampil impresif dengan meraih kemenangan Sprint Race di Amerika Serikat dan menyapu bersih kemenangan Sprint Race maupun Grand Prix Prancis. Namun, setelah dua kali finis sebagai runner-up di Mugello, performanya mulai mengalami penurunan hingga hanya sekali naik podium dalam empat seri berikutnya.
Pada MotoGP Jerman pekan lalu, Martin harus puas finis di posisi kelima dengan selisih 11,3 detik dari pemenang balapan. Meski demikian, ia masih mampu memperlebar keunggulan di puncak klasemen menjadi 14 poin karena rekan setimnya, Marco Bezzecchi, gagal meraih hasil maksimal.
“Saya rasa sekarang motor kami sudah cukup jauh berbeda dibanding yang digunakan pada bagian awal musim di Austin, Brasil, dan Le Mans. Saya melihat pembalap lain lebih stabil dengan motornya. Mereka tahu apa yang mereka miliki, lalu tinggal mengendarainya,” buka Martin.
Rider berjuluk Martinator ini lalu menjelaskan, “Dari sisi tim saya, kami selalu mencoba menyesuaikan motor dengan karakter setiap lintasan agar membantu saya. Namun, mungkin itu bukan pendekatan yang .tepat untuk Aprilia, jadi kami harus memahaminya,”
“Saya pikir kami harus menganalisis saat saya tampil cepat, apa yang bekerja, lalu ketika saya lambat, apa yang tidak berjalan. Dari situ kami memulai paruh kedua musim dengan arah tersebut. Itu saja. Kami harus bekerja keras sepanjang jeda musim panas, tidak banyak waktu untuk beristirahat, dan mencoba tampil lebih kuat pada paruh kedua musim,” imbuhnya.
Martin juga mengakui ada beberapa faktor lain yang turut mempengaruhi performanya sepanjang beberapa balapan terakhir. Menurutnya, rangkaian kecelakaan serta cedera yang dialaminya sedikit banyak mengubah kepercayaan dirinya saat berada di atas motor.
BACA JUGA : Operasi Marco Bezzecchi Berjalan Sukses, Aprilia Targetkan Comeback di MotoGP Inggris
“Setelah Barcelona, mungkin karena terlalu banyak mengalami kecelakaan, ada sesuatu yang berubah. Namun, di Mugello saya tampil sangat kuat. Di Hungaria akhir pekan berjalan sulit. Setelah itu saya mengalami masalah pada punggung, dan mungkin sejak saat itu saya mulai sedikit kehilangan kepercayaan diri. Namun, hari ini bukan soal kepercayaan diri, melainkan soal batas kemampuan,” kata Martin.
Rider berusia 28 tahun itu lalu menambahkan, “Kami harus meningkatkan batas itu karena bukan berarti saya tidak percaya diri, tetapi saya kehilangan grip di bagian depan. Itulah yang harus kami perbaiki. Mungkin juga saya perlu menyesuaikan gaya balap dan memahami bagaimana bisa melaju lebih cepat,” pungkasnya. Edhot














