BeritaBalap.com-Fabio Di Giannantonio menolak tawaran tim VR46 untuk memperpanjang kontrak. Jadi lebih pilih pinangan tim pabrikan KTM dan siap berduet dengan Alex Marquez.
Pertanyaan kritisnya, kenapa tinggalkan Ducati yang motornya lebih spesial dibanding KTM ? Selain konteks bayaran yang dijamin lebih besar, ternyata diungkap oleh racer asal Italia usia 27 tahun ini bahwa impian setiap pembalap MotoGP itu adalah dapat bergabung di tim pabrikan.
Menjadi andalan pabrikan dimana selain menjadi perhatian publik, juga akan menerima pelayanan yang spesial. So, kondisi ini menjadi kebanggaan tersendiri. Dan saat ini disebut Giannantonio adalah timing yang tepat.
“Sungguh sulit. Saya selalu berpikir bahwa ini adalah tempat yang hebat untuk berada dan tetap menjadi tempat yang hebat untuk balapan. Tim inilah yang menyelamatkan karier saya dan dalam beberapa hal, juga mengubahnya. Jadi saya akan selalu sangat berterima kasih kepada mereka. Namun, saya juga harus memikirkan masa depan saya dan, melihat bagaimana keadaan saat ini, pilihan terbaik untuk perjalanan karier saya adalah bergabung dengan tim pabrikan seperti KTM, ”terang Giannantonio yang dikutip Berita Balap dari Crash.net.
BACA (JUGA) : Tinggal 9 Seri, Bos Aprilia Singgung Kandidat Juara Dunia MotoGP Mengerucut 3 Nama
“Disini mungkin saya adalah pembalap nomor satu di VR46, tetapi tidak demikian halnya di Ducati. Saya melakukan perubahan demi sesuatu yang sangat penting, karena saya bergabung dengan tim pabrikan dan saya rasa ini adalah usia yang tepat untuk melakukannya. Dan disana segalanya berubah karena kamu bisa mencoba menjadi wajah dari seluruh perusahaan yang bekerja. Kamu menjadi hasil kerja yang dilakukan oleh sebuah struktur besar. Memiliki semua mitra, semua sponsor, seluruh dukungan dan seluruh perusahaan yang berkomitmen 100 persen untuk memberimu motor terbaik yang mungkin dan memungkinkamu meraih kemenangan adalah sesuatu yang selalu memikat. Bagi seorang pembalap, hal ini sungguh luar biasa, “tambah Giannantonio. BB1













