BeritaBalap.com-Racer asal Malaysia Muhammad Hafizh Syahrin Abdullah, disingkat Hafizh Syahrin memang sudah bisa ditebak pencapaiannya spesialnya. Ini mengacu dominasi podium juaranya dalam beberapa seri ARRC 2026 dan finally terbukti memastikan juara umum ASB1000 dalam seri ke-5 ARRC 2026 Sepang Malaysia, Ahas kemarin (4-6 September). Pundi poin sudah jelas dan tegas tidak bisa dikejar walaupun masih ada babak final di Buriram Thailand.
Jadi back to back atau selama 2 tahun berurutan ya Hafizh Syahrin merebut jawara umum ASB1000 (ARRC 2025-2026) bersama tim JDT Racing yang notabene membesut pacuan Ducati Panigale V4.
Nah sehubungan profil singkatnya, maka Hafizh Syahrin yang saat ini berusia 32 tahun adalah satu-satunya rider dalam starter ASB1000 yang pernah melakoni balap MotoGP. Itu di tahun 2018-2019 saat bersama tim satelit Tech3 Yamaha (2018) dan Tech3 KTM (2019).
Hafizh Syahrin mencatatkan diri sebagai satu-satunya pembalap Malaysia ataupun skala Asia Tenggara yang full series atau setahun penuh menjalani seri balapan MotoGP. Sampai disini terbukti ya level skill balapnya.
Lebih lanjut dipahami, sebelumnya,Hafizh Sayhrin cukup lama bersaing di balap Moto2. Itu mulai 2011 hingga 2013 sebagai wildcard. Kemudian sejak 2014 full series di kompetisi Moto2 hingga 2017 dengan dukungan sponsor perusahaan minyak milik Pemerintah Malaysia (Petronas).
Kemudian comeback lagi di Moto2 musim 2020 dan 2021. Lanjut di balap Superbike (WorldSBK) mulai 2022 hingga 2024. Nah, sejak 2025 seiring pertambahan usia memilih fokus di balap Asia Superbike 1000 cc (ASB1000) bersama tim JDT Racing.
Oh ya, bagi yang belum tahu, jangan lupa saat musim 2008-2009 Hahizh Syahrin juga balapan bebek Underbone 4 Tak 115 cc dan berada di peringkat ke-3 dalam klasemen akhir ARRC 2009 bersama tim Petronas Sprinta Raceline.
Seterusnya di 2010-2011 bersaing di balap Supersports 600 ARRC dengan bendera tim Petronas Syntium Moto Yamaha Raceline. Seterusnya 2012-2013 pindah ke Spanyol untuk konsen di balap FIM CEV Moto2 bersama tim Petronas Raceline Malaysia. Ini prestasi signifikan di peringkat akhir ke-6 dan ke-3 sebelum lanjut penuh waktu Moto2. BB1













