Bongkar Rahasia Mesin Satria FU Ditra Jaya Manahadap, Jawara Bebek 200 Injeksi (IDC 2019 Jogja)

BeritaBalap.com-Ada perjuangan riset yang panjang dan luar biasa pengorbanannya saat satu unit mesin Suzuki Satri FU lansiran tahun 2015 yang ternyata basic aslinya adalah mesin karburator sanggup menjadi jawara kelas Bebek 4 Tak 200 cc Injeksi di seri awal Kawahara IRC IDC 2019, Minggu lalu (11 Maret).

Satria FU 4T 200 cc Injeksi Tim Ditra Jaya Manahadap Abakura Jaya yang merebut podium juara

Secara historis, mesin ini adalah mesin yang biasa dipakai Ditra Jaya Manahadap saat masih memakai karburator dalam kompetisi tahun sebelumnya. Alasan pertama kenapa tuner Wawan dari Abakura Jaya pede dengan modifikasi mesin karbu adalah pemahaman saat itu, bahwa dengan perangkat mesin yang sudah bagus dengan kinerja karbu, maka akan lebih mudah menaikkan performanya saat dimodifikasi memakai injeksi. Ternyata, prinsip itu keliru.

BACA (JUGA) : Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Rekor Nasional Pecah 6,627 Detik, Ini Hasil Lengkap Juaranya

“Karena saat saya sudah memulai riset dengan injeksi awal tahun 2018 lalu, ada perbedaan mencolok pada performa RPM dimana saat memakai perangkat injeksi maka RPM bisa mencapai 14.000 lebih,” terang Wawan.

“Jadi kendala riset awal saya saat itu, komponen mesin seringkali jebol saat memakai injeksi. Sebelum riset injeksi, saya cari solusi untuk komponen mesinnya dahulu bagaimana bisa kuat saat digeber di 14.500 RPM, “lanjutnya.

Disini doi temukan solusinya dengan menaikan torsi mesin, yaitu lewat langkah menambah bobot kruk-as 250 gram dari kruk as asli FU,  juga menambah bobot 150 gram di magnetnya. Sehubungan riset dan ujicoba hal tersebut, tuner spesialis DOHC yang bisa dikontak di nomor 0812-2984-3111 ini telah habiskan 10 buah kruk as dan 12 buah piston beserta silinder mesinnya ! Wow… !

Throttle body by XTR

Kelar riset di mesin, riset rangkaian injeksi pada kudabesi milik Yudi “Kencrung” Atmaja ini dimulai dengan aplikasi ECU aRacer dari Yamaha R15 yang dikolaborasikan dengan throttle body XTR Racing dan nozzle injektor Kawasaki N250 yang memiliki 10 lubang.

Tak terlalu detail dalam mencari angka ml/menit-nya disupply bahan bakar, Wawan cukup puas dengan pemakaian fuel pump Honda Beat FI. “Prinsipnya, bahwa sebenarnya jumlah lubang nozzle injektor itu tak berpengaruh signifikan jika fuel pump juga tidak optimal,” jelas Wawan yang mematok katup dengan kombinasi 27 dan 24. Pastinya buat klep masuk dan buang.

Fuel pump milik Honda Beat F1 yang terbukti optimal

Lebih lanjut, racikan tune up injeksi ini juga merambah sektor pengapian. Kunci pengapian ada pada pemilihan baterai atau aki dengan daya 7,5 Ampere, inipun ternyata masih ditopang lagi dengan power-up MKO di kelistrikan.

“Tanpa perangkat power-up MKO ini sudah dipastikan aki tidak kuat,” yakin Wawan yang bengkelnya berada di Jl. Embarkasi Haji, Mranggen, Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah ini. Untuk koilnya cukup puas dengan koil Yamaha R15 original. Oh ya, hampir lupa, diameter pistonnya sudah 72 mm. Kalau dihitung dengan rumus Cylinder Volume (CV), kubikasinya sudah 198,5 cc.

Knalpot JRM yang diorder khusus sesuai kebutuhan mesin

Terakhir, untuk meletakan sensor air fuel ratio (AFR) yang menjadi salah satu kunci set-up injeksi, Wawan secara khusus memesan knalpot JRM yang sudah dilengkapi lubang dudukan sensor lamda AFR. Mantap jiwa ! Ditunggu kejutan selanjutnya ya bro ! dnar

Facebook Comments

You May Also Like