Bongkar Rahasia Mio J Jawaranya Kelas Matic 130cc Standar By Fery Feze


BeritaBalap.com- Nama Fery dari bengkel Feze sudah tidak asing lagi di dunia balap wilayah Jabar. Beberapa tim besar Jabar sudah pernah merasakan sentuhan dingin mekanik asal Subang, Jabar ini. Maklum saja, mekanik yang tergolong masih muda tersebut bisa dibilang mampu mengoprek segala macam jenis kudabesi untuk pacuan balap.

Nah, khusus kali ini kita langsung bongkar rahasia Yamaha Mio J jawaranya kelas matic 130 cc standar by Fery Feze. Dikatakan jawaranya kelas matic 130cc standar karena motor ini kerap mengantarkan ridernya meraih podium tertinggi diberbagai ajang balap.

Mulai M. Akbar, pembalap asal Purwakarta yang pernah merasakan kedahsyatan Mio J korekan Fery Feze. Hingga Deatun lady racer asal Subang yang juga sukses meraih juara umum sekaligus gelar ratu balap malam gelaran Super Adventure Night Road Race 2019 lalu, itupun berkat racikan Mio J garapan Ferz Feze.


Nah, ini dia Fery Feze, mekanik yang keren kan bro 

Penasaran, langsung saja kita bongkar rahasianya…!  Biar makin bertenaga, kompresi mesin di setting lagi dengan ukuran lebih tinggi. Fery Feze memberi ramuan yang tepat, yaitu bermain di angka 12,6 : 1. Gas aktif untuk proses kompresi lebih padat. Utamnya di RPM atas. Hasil kompresi ini disupport seher alias piston UMA yang berdiameter 53,4 mm.

“Untuk kinerja setang piston, pen dan klepnya saya masih mempercayakan bawaan pabriknya. Tidak ada ubahan pada bagian tersebut. Kuat dan maksimal kok, tidak ada masalah,” beber Fery Feze yang mematok durasi camshaft di kisaran 268 derajat dan tahun ini dipercaya mengawal Nadera Jaya Racing Team.

Langkah selanjutnya adalah memaksimalkan kinerja Engine Control Unit alias ECU. Untuk otak pengapian, Fery Feze kini lebih mengandalkan Ecu aRacer 5 Mini yang dibekali teknologi canggih dengan pengoprasiannya bisa menggunakan smartphone Android ataupun IOS.

“Terbukti efektif membuat motor semakin melejit. Apalagi lebih praktis dan simpel untuk urusan operasinal disirkuit. Sangat membantu untuk menentukan menentukan pasokan bahan bakar dan titik ledak yang lebih maksimal dalam berbagai tingkatan RPM mesin.” pungkas mekanik kelahiran Subang, 20 Februari 1991. Edhot

Data Modifikasi
Sok depan : STD modif
Sok belakang : PSD jogja
Ban depan : pirelli 90/80
Ban belakang : pirelli 90/80
Pelek depan : Rapido matic
Pelek belakang : Rapido matic
Knalpot : STD modif
Injektor : 160cc / menit
CVT : STD modif

Facebook Comments

You May Also Like