Bos RDV Sebut Adanya Mafia Biaya Perijinan Dragbike, Dibuat Membengkak Jelang Hari H

Cukup menyeramkan pengakuan dari Yudha Prasetya, akrab disapa Yudha RDV selaku CEO Erdeve Indonesia. Ini promotor penyelenggara balap karapan paling bergengsi di musim 2017 ini dengan titel lengkapnya, Kawahara IRC Indonesia Drag Championship (IDC) 2017. Apa saja pengakuan menarik dari mantan dragster di era tahun 2000-an dan identik dengan pacuan SE Yamaha YZ250 tersebut ?

“Frekuensi balap dragbike Jateng memang meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Namun saat ini yang menjadi problem adalah biaya perijinan yang sangat membengkak untuk kota-kota tertentu. Padahal kita sudah merangkul promotor lokal, “ujar Yudha RDV yang bermarkas di Klaten, Jawa Tengah.

“Yang lebih miris lagi, mereka sengaja mematok harga tersebut jelang hari H. Sebelumnya sudah sepakat di angka sekian, namun kemudian bertambah jelang pelaksanaan. Padahal kita sudah berpromosi dan akan memberatkan jika dibatalkan. Harus dicatat juga, bahwa ada penurunan angka penonton saat ini. Jangan sampai menjadi bumerang di dunia dragbike, “tegas Yudha RDV yang menyebut bahwa biaya penyelenggaraan satu seri eventnya  saat ini sekitar 250-300 juta.

koizumi

Sehubungan gelaran Kawahara IRC IDC 2017 yang menjadi agenda wajib tim-tim papan atas nasional sudah memasuki perjalanan dua seri, di Yogyakarta dan Pemalang, Jawa Tengah. Untuk putaran ketiganya masih dalam proses perijinan dalam beberapa pilihan tempat. Kemungkinan besar pada pertengahan atau akhir Juli nanti.

“Promotor mana yang tidak keberatan, jika ada biaya perijinan di suatu daerah dengan alokasi banyak biaya dapat tembus hingga Rp. 50 juta. Kalau seperti ini, pasti serinya saya pindahkan. Saran saya, seharusnya pihak IMI Jateng ataupun FOBM dapat menjembatani permasalahan demikian. Ketika adanya laporan mahalnya perijinan balap di suatu daerah dapat dijembatani atau difasilitasi, “tambah Yudha RDV. BB1

 

 

Facebook Comments

You May Also Like