BeritaBalap.com- Rider andalan Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio akrab disapa Diggia mengungkap titik lemah Ducati Desmosedici GP26 setelah kalah dari Aprilia pada awal MotoGP 2026. Menurutnya, motor Ducati mulai kewalahan ketika kondisi lintasan panas dan tingkat cengkeraman menurun, situasi yang justru mampu dimaksimalkan Aprilia.
Dominasi Ducati yang berlangsung sejak 2022 kini berada di titik genting. Aprilia terus menunjukkan taji lewat performa luar biasa Marco Bezzecchi yang kini memimpin klasemen dengan dua kemenangan beruntun pada balapan utama, termasuk di MotoGP Brasil 2026 akhir pekan lalu.
Diggia, mengungkap bahwa kekuatan terbesar RS-GP Aprilia ada pada stabilitas bagian depan, terutama saat grip menipis. Pada Sprint Race Brasil Ducati sempat unggul lewat Marc Marquez, namun pada balapan utama justru dikuasai Aprilia dengan finish 1-2.
“Saat kondisi panas dan licin, mereka tetap bisa menekan bagian depan dan masuk ke tikungan dengan kecepatan tinggi. Saya mencoba mencapai kecepatan masuk yang sama, tetapi kami jauh lebih kesulitan. Bagian depan kami jauh kurang stabil dan presisi. Begitu mereka melakukan jenis masuk seperti ini, posisi mereka keluar tikungan jadi lebih baik,” buka Diggia.
Diggia menegaskan Ducati punya potensi besar, namun Aprilia juga memiliki keunggulan yang menjadi faktor penentu pada trek panas dan licin. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Ducati jika ingin kembali menyaingi Aprilia dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
BACA JUGA : Aprilia Racing Hadapi “Situasi Rumit yang Menyenangkan” di MotoGP 2026
“Kami harus banyak bekerja di sisi keluar tikungan agar punya paket yang sangat bagus di sektor tersebut. Saya bisa mengelola ban dan memulihkan posisi di akhir, tapi itu tidak cukup untuk menempel mereka saat kondisi grip sulit,” pungkas Diggia. Edhot














