Ibnu Sambodo : Regulasi Pemotongan RPM (Equaliser) Rugikan AM Fadly

BeritaBalap.com-Musim balap 2019 untuk kelas Asia Production (AP250) dalam gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) jelas dan tegas diberlakukan aturan pemotongan RPM berdasarkan selisih poin dalam klasemen sementara. Kondisi ini yang diprotes keras Ibnu Sambodo selaku pemilik tim Manual Tech KYT Kawasaki Racing.

“Harusnya bukan dari result atau hasil balapan, tetapi dari perfoma motor. Kan bisa di evaluasi dari data dyno test hingga semua motor dibuat relatif seimbang dan kemudian skill yang bertarung, “tegas Ibnu Sambodo yang mengawal rider AM Fadly yang pernah terkena 1 kali pemotongan RPM.

AM Fadly tidak bisa mengeluarkan kemampuan optimalnya karena aturan pemotongan RPM

Patut dipahami saja, bahwa pemotongan RPM mesin, disebut juga dengan “equaliser” dibuat dalam 3 tahapan berkelanjutan. Misal untuk “equaliser 1” yang memotong RPM motor hingga angka 500. Diterapkan bagi posisi terdepan (1) hingga ke-4 dalam klasemen sementara terhadap urutan ke-5.

Jika perbedaan poin berbeda minimal 50 dengan urutan ke-5, maka “equaliser 1” diberlakukan. RPM puncak dipotong 500. Misal jarak poin antara urutan ke-1 dan ke-5, ke-2 dan ke-5, ke-3 dan ke-5 dan seterusnya. Nah, yang sekarang berbahaya ialah AM Fadly dan urutan ke-5 (Lucky Hendriansya/Astra Honda Racing Team) yang sudah memiliki gap 48 poin. Wow.. bisa dipotong lagi ini !

“Saya merasa dirugikan jika kemudian diterapkan equaliser ke-2. Sangat merugikan sekali karena total sudah dipotong 1000 RPM. Idealnya adalah bertarung dengan perfoma motor yang sama, bukan merugikan yang punya skill lebih baik. Jadi harusnya perfoma motor dibuat hampir sama seperti di balap dunia WorldSSP300, tinggal nanti skill yang bicara di trek. Jangan hanya berdasarkan result, itu tidak fair. Ingat AP250 itu motor yang identik standar. Jadi jika dikurangin sampai 1000 RPM akan sangat berpengaruh dan relatif sulit mencari solusinya, “tambah Ibnu Sambodo yang memang pemain senior di dunia balap nasional ataupun ARRC.

Ibnu Sambodo menyebut pula bahwa mereka sampai harus mengatur posisi AM Fadly di race ke-2 AP250 dalam ARRC Zhuhai China, Minggu (11 Agustus) agar jarak klasemen poinnya aman dengan urutan ke-5. Tidak sampai 50 poin karena memang masih ada 2 seri kedepan (4 race). So, pembalap jadi tidak maksimal mengeluarkan semua kemampuannya. BB1

Klasemen Sementara AP250 :

Facebook Comments

You May Also Like