BeritaBalap.com- Jorge Martin harus mengubur peluang meraih kemenangan di MotoGP Inggris 2026 setelah kehilangan posisi terdepan sejak tikungan pertama Sirkuit Silverstone. Pembalap Aprilia Racing tersebut mengaku insiden itu bukan disebabkan masalah teknis, melainkan kesalahan dalam mengambil keputusan saat berusaha mempertahankan posisi.
“Saya sangat menginginkan kemenangan itu, saya benar-benar fokus, tetapi saya melakukan kesalahan di tikungan pertama. Saya tidak ingin kehilangan posisi terdepan, jadi saya memasuki tikungan dengan hampir tanpa pengereman, dan perangkat pengatur ketinggian belakang saya tidak nonaktif. Saya ingin tetap berada di depan dan tidak mengerem cukup keras untuk mematikan perangkat tersebut,” buka Martin.
Kesalahan tersebut membuat Martin kehilangan momentum dan kemudian dilewati rekan setimnya, Marco Bezzecchi saat memasuki pergantian arah. Ia akhirnya harus bekerja ekstra keras untuk kembali ke barisan depan setelah strateginya berantakan akibat keputusan terlalu agresif di tikungan pertama.
“Kemudian, saat pergantian arah, Marco [Bezzecchi] menyalip saya, dan saya kehilangan lebih banyak waktu lagi. Menurut saya, itu kesalahan saya: alih-alih mengerem sedikit lebih awal, saya bersikeras untuk tetap berada di depan. Saya sebenarnya bisa saja puas dengan posisi kedua, tetapi saya terlalu optimistis. Itulah sebabnya saya kehilangan begitu banyak posisi; saya berusaha keras untuk kembali ke depan secepat mungkin, namun strategi saya jadi terganggu,” kata Martin
Martin memang mampu naik ke posisi ketiga pada lap pembuka, tetapi membutuhkan delapan lap tambahan untuk mengejar sekaligus menyalip rekan setimnya, Bezzecchi. Ketika akhirnya berada di posisi kedua, Raúl Fernández sudah melesat jauh di depan dengan keunggulan yang sulit dikejar.
Meski gagal merebut kemenangan, Martin tetap memacu Aprilia hingga lap terakhir dan finis sebagai runner-up MotoGP Inggris 2026. Hasil tersebut terasa penting karena selain kembali menunjukkan performa kompetitif, Martin juga memperlebar keunggulannya di klasemen dari 14 menjadi 31 poin atas rival terdekatnya.
BACA JUGA : Aprilia Borong Podium 1-2-3 MotoGP Silverstone
“Saat saya berhasil naik ke posisi kedua, Raúl sudah unggul hampir lima detik, jadi saya hanya berusaha menemukan ritme balap saya. Sesekali saya melihat jarak dengannya semakin dekat, dan saya bahkan sempat berpikir mungkin ia sedang mengalami penurunan performa ban. Saya mengerahkan seluruh kemampuan di 12 lap terakhir untuk mencoba memangkas jarak, namun ia tampil sangat cerdas dan melakukan pekerjaan yang luar biasa,” beber Martin.
BACA JUGA : Raul Fernandez Ubah Amarah Jadi Kemenangan, Silverstone Jadi Panggung Pembuktian
Pembalap berjuluk Martinator ini melanjutkan, “Hal yang penting bagi saya adalah performa saya kembali sangat solid; tentu saja hasilnya bagus, tetapi yang terutama, penampilan saya konsisten dan solid. Aragon mungkin akan menantang, kita tahu itu adalah sirkuitnya Marc (Marquez), tetapi balapan-balapan lainnya sangat cocok dengan gaya balap saya, jadi saya sangat menantikannya,” pungkasnya. Edhot














