BeritaBalap.com-MotoGP Losail Qatar yang direncanakan akan dipentaskan akhir pekan ini (7-8 November) masih wait and see sehubungan kabar terbaru. Tentu saja, yang berhubungan dengan perang berkepanjangan antara USA & Israel Vs Iran. Termasuk konflik Arab Saudi dan Kelompok Houthi (Yaman) yang saling jual serangan.
Kabarnya pula, USA dan Israel akan menyusun serangan terbaru yang lebih besar dari sebelumnya kepada Iran. Saat dua rapat kampanye terakhirnya (jelang kampanye paruh waktu), Donald Trump mengatakan : “Angkatan bersenjata AS harus menangani lebih banyak target di Iran, dan Netanjahu (Perdana Menteri Israel, red) mendorong serangkaian serangan militer baru setelah 3 November.”
Demikian yang mengkhawatirkan banyak pihak. Termasuk tim pabrikan Yamaha yang kemudian berani ambil keputusan tidak tampil di MotoGP Qatar dan siap menerima resiko yang harus ditanggung.
BACA (JUGA) : Veda Ega Pratama Podium Runner up Moto3 Sepang Malaysia
Menjadi pertanyaan kritis, kenapa MotoGP Qatar tidak dibatalkan ataupun dipindah saja ? Ingat, MotoGP Australia dibatalkan dikarenakan alasan helikopter medis terganggu jarak pandangnya karena cuaca. Padahal MotoGP Qatar lebih berisiko karena berlangsung di wilayah konflik perang.
Kabarnya juga ada beberapa rider yang tiba-tiba tidak ingin tampil dengan alasan cedera ataupun langkah operasi. Ini yang terkesan mendadak. Misal Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) yang melakukan operasi bahu padahal belum lama ini podium ke-3 di MotoGP Sepang. Juga Joan Mir (Honda HRC Castrol) yang ingin istirahat beberapa hari karena alasan gangguan penglihatan dan sidnrom kompartemen.
BACA (JUGA) : 67 Poin di Belakang Marquez, Bezzecchi Terancam Kehilangan Gelar MotoGP 2026
Adapun beberapa fakta catatan dimana MotoGP dipindah saat terjadi perang adalah saat MotoGP Yugoslavia (16 Juni 1991) di Automotodrom Grobnuk Rijeka (kini Kroasia) yang dipindah ke Jarama (Spanyol) akibat Perang Yugoslavia. Juga rombongan tim MotoGP meninggalkan Buenos Aries Argentina (29 Maret 1982) ketika terjadi perang antara Argentina dan Inggris sehubungan perebutan kepulauan Falkland (Malvinas). BB1



















