BeritaBalap.com-Aprilia baru saja melaunching livery timnya untuk balap MotoGP musim 2026. Jadi ini tahun terakhir era 1000 cc sebelum tahun depan (20270 dengan regulasi baru 850 cc dan berbagai hal lain seperti paket aerodinamika yang lebih simpel ataupun larangan perangkat ketinggian (hight device).
“Kami menghadapi musim 2026 dengan kesadaran penuh akan potensi kami. Kami percaya bahwa motor RS-GP tahun ini punya kapasitas mengantarkan dua pembalap bertarung di papan atas, ”tutur Massimo Rivola selaku CEO Aprilia Racing yang dikawal 2 pembalap berkualitas, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Nah yang menarik dicermati bahwa Aprilia belum punya titel sponsor pada nam tim. Misal seperti Monster Energy Yamaha, Red Bull KTM dan lain-lain. Ini penting untuk mengurangi beban biaya balap dalam setahun.
Mengacu pada RTR Sports Marketing yang merupakan agen sponsorship di berbagai bidang olahraga, maka eksistensi title sponsor atau sponsor titel seperti Monster Energy di tim Yamaha, juga Red Bull pada KTM dan lain-lain bernilai kisaran 6-15 juta euro per-tahun atau sekira Rp.100-250 milyar. Angka yang signifikan.
Pertanyaan menarik, sebetulnya berapa biaya balap MotoGP ? Bos Tim VR46 Valentino Rossi pernah mengatakan pada The Race, bahwa timnya membutuhkan dana minimal 15 juta euro alias sekira 250 milyar untuk balapan MotoGP musim 2023 ini. Itu nilai minimal ya dalam perjalanan 1 musim kompetisi MotoGP untuk tim satelit.
Pada sisi lain, Razlan Razali selaku komandan tim RNF Aprilia (2023) dan juga pemilik saham mayoritas menyebut bahwa ia membutuhkan dana 12,5 juta euro atau sekira Rp. 200 milyar untuk biaya balapan MotoGP selama setahun.
Boleh jadi angka minimalnya adalah 250 hingga 300 milyar untuk anggaran biaya balap MotoGP dalam 1 tahun. Ingat, itu buat tim satelit. Lebih lanjut, bos besar KTM Stefan Pierer mengungkapkan di SpeedWeek tahun 2022 sehubungan anggaran 70 juta euro atau sekira Rp. 1,1 triliun alias 1100 milyar. Itu untuk per-tahunnya. “Ini jika kamu ingin berada di depan, “tukas Stefan Pierer selaku CEO Pierer Mobility Group yang membawahi merek KTM, GasGas dan Husqvarna. Jadi ini bicara sebelum saham mayoritas KTM dibeli raksasa perusahaan otomotif asal India, Bajaj Auto November 2025 lalu. BB1















