BeritaBalap.com-Tim Prima Pramac Racing sudah melaunching atau memperkenalkan livery tim untuk kompetisi MotoGP 2026. Momen spesial acara berlangsung di Siena Italia (14 Jan).
Lebih lanjut, adalah menarik untuk mencermati sponsor penting dalam perjalanan tim milik konglomerat Italia Paolo Campinoti dengan duet rider Jack Miller dan rookie Toprak Razgatlioglu. Dalam konteks ini adalah sponsor Prima yang posisinya terdepan dalam nama tim. Jadi label tim adalah Prima Pramac Racing. Secara logika, kucuran duitnya dijamin spesial. Relatif besar.

Sekilas informasi saja, Pramac itu adalah perusahaan generator listrik di Italia. Sehubungan logo Prima yang dominan, silahkan cek ya pada fairing samping pacuan Yamaha M1 yang terlihat pada foto ataupun pada wearpack atau pakaian pembalap.

Jadi dalam hal ini, Prima disebut main sponsor atau sponsor utama karena memang bukan menjadi titel sponsor tim seperti Red Bull di KTM, Monster Energy di Yamaha dan sebagainya. Berapa duit ya yang diterima manajemen Pramac Racing dari tampilan logo Prima ?
Jadi mengacu pada RTR Sports Marketing yang merupakan agen sponsorship di berbagai bidang olahraga, maka eksistensi title sponsor atau sponsor titel seperti Monster Energy di tim Yamaha, juga Red Bull pada KTM dan lain-lain, ini bernilai kisaran 6-15 juta euro per-tahun atau sekira Rp. 100-250 milyar. Wow..besar sekali ya ! Ini hampir senilai biaya balapan untuk tim-tim satelit.
BACA (JUGA) : Motor MotoGP Regulasi Baru 850 cc (2027) Akan Lebih Lambat 2,5 Detik ?
Diprediksi lebih jauh, kemungkinan nilai duit title sponsor untuk tim pabrikan lebih besar dibanding title sponsor pada tim satelit. Itu logika sederhananya. Oh ya, dibawah level title sponsor, ada yang disebut main sponsor, major sponsor, official sponsor, technical sponsor dan partnership.
Kalau main sponsor itu seperti Castrol pada tim LCR Honda yang terlihat sangat dominan pada fairing samping Honda RC213V. Adapun perkiraan nilai uang yang dikucurkan untuk menjadi major sponsor seperti yang banyak terlihat pada tim Gresini antara 500 ribu euro hingga 3 juta euro per-tahun atau sekitar Rp. 8-50 milyar/tahun. BB1















