Rahasia Korekan Jupi Z Karbu Jawara Pemula di Semarang Hebat Dragbike 2019

BeritaBalap.com-Jika mencermati hasil juara pada gelaran Semarang Hebat Dragbike 201 m Piala Walikota Semarang (28 April), maka salah satu perhatian menarik tertuju pada salah satu kelas poin yakni Bebek 4 Tak Tune Up 130 cc Pemula. Dari 19 dragbiker pemula yang hadir, terselip nama-nama seperti M. Hendis, Vano K Mahendra, Ardi Cil, Dany Dongkel dan Jopan Pans.

Lebih lanjut ditelusuri lebih dalam, maka ke-5 pebalap tadi merupakan joki yang sering mengikuti latihan bersama dragbike, baik itu di Semarang ataupun di Klaten. Makanya catatan waktu mereka beda-beda tipis saja. Kan sudah biasa tarung. Adalah M. Hendis dan Ardi Cil yang kemudian berhasil merebut podium juara dan ke-3.

BACA (JUGA) : Hasil Juara Semarang Hebat Dragbike 201M 2019

Nah, ternyata kudabesi keduanya menggunakan Yamaha Jupiter Z racikan Eva Agus Prasetyo. Jadi mereka sama-sama menginduk pada satu tuner. Yuk kita selami lebih jauh set-up mesin yang diaplikasinya ! Perbandingan kompresi diplot pada angka 14,7. Ini aman terkendali tanpa ada gejala knocking, juga lebih mudah dikontrol saat momen start. Tendangan kompresi dilayani piston forging berdiameter 55,25 mm.

’’Motor ini saya setting khusus untuk pebalap pemula. Anggap saja, ini bagian dari pembuktian ilmu saya. Kelas Bebek 130 cc 4 Tak Tune Up sengaja jadi pilihan, mengingat peta persaingan pemula begitu ketat, khususnya wilayah Jateng, Jatim dan DIY. Beberapa motor langganan podium dalam event latihan bersama dragbike terpantau hadir, ’’tutur kiliker kalem yang menyebut durasi camshaft relatif tinggi hingga 280 derajat. Oh ya katup masuk dan buangnya kombinasi 29 dan 24 mm dengan lift klep 9,9 mm.

Karburator Keihin PWK Sudco 28

Fakta lain dari bebek yang berhasil torehkan waktu 8.0 detik ini adalah penggunaan karbu PWK Sudco 28. Diameter ini diklaim optimal menghantar gas aktif ke ruang bakar. Tidak kekecilan dan tidak kegedean. Kombinasi spuyernya, dimana pilot jet 60 dan main jet 112. Perangkat pensuplai bahan bakar dan udara ini diklaim gampang sdalam urusan set-up, juga segi harganya yang terjangkau.

Selain itu Karbu ini punya karakter bawah yang lembut. Untuk start dan putaran atasnya lebih istimewa. Lalu bagaimana dengan perbandingan rasio. Menurut penuturan mekanik, oper-oper giginya dibikin nyambung dengan reduksi pada gigi rasio yang rapat. Itu logika sederhananya.

Untuk perbandingan rasio 1 adalah 13/34, kemudian persneling 2 di angka 18/29, sedangkan untuk percepatan 3 dan 4 adalah standar  dan ke-4nya dengan perbandingan 23/26. Ini semua disempurnakan dengan final gear depan 13 dan belakang 33. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like