BeritaBalap.com- Jorge Martin saat ini masih kokoh berkuasa di puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 256 poin usai merampungkan balapan di GP Aragon. Pembalap berjuluk Martinator tersebut berniat mempertahankan gelarnya dengan mengandalkan konsistensi finis di lima besar seperti strategi suksesnya pada musim 2024.
Pengamat kawakan MotoGP, Carlo Pernat, secara tegas menolak taktik main aman yang ingin diterapkan oleh pembalap asal Spanyol tersebut dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Menurut Pernat, jurus mengandalkan konsistensi finis di barisan depan hanya efektif ketika Martin bersaing sengit melawan satu rival saja.
“Martin jadi juara dunia (saat) melawan Bagnaia (dengan cara) finis di depan, tentu. Tapi, dia hanya menghadapi Bagnaia. Sekarang, dia bertarung untuk juara dunia (MotoGP 2026) melawan Bezzecchi dan Marquez,” kata Pernat.
Keinginan Martin untuk sekadar mengamankan posisi empat atau lima seperti pada seri Aragon dianggap sudah tidak berguna lagi untuk mengamankan takhta. Mantan manajer Enea Bastianini itu menekankan agar Martin membuktikan julukannya sebagai pembalap yang dominan mulai dari balapan berikutnya.
BACA JUGA : Bos KTM Ungkap Alasan Rekrut Luca Marini ke Tech3 Untuk MotoGP 2027
“Dia tidak lagi bisa cukup finis di posisi empat atau lima. Itu tidak berguna. Martin harus menunjukkan kekuatan dan mulai dari balapan berikutnya, menjadi Martin yang dikenal semua orang. Si Martinator, seperti julukannya,” pungkas Pernat. Edhot













