BeritaBalap.com-Kegagalan juara dunia MotoGP 2022-2023 Francesco Bagnaia ‘Pecco’ dalam persaingan di tahun pertama bersama rekan satu tim yang baru, ialah Marc Marquez dianggap sebagai bagian dari kesalahan Valentino Rossi. Itu tadi pendapat Paolo Simoncelli, ayah dari mendiang Marco Simoncelli yang juga pemilik tim Moto3.
Pecco memang tidak bisa kompetitif. Tidak seperti 2024 walaupun tidak merebut juara dunia MotoGP tapi raih 11 podium kemenangan balapan utama. Kalau MotoGP 2025, hanya 2 kemenangan saja. Marquez dengan 11 kemenangan balapan utama Minggu dan 14 kali podium juara di Sprint Race Sabtu.

Pecco hanya berakhir di posisi ke-5 dalam klasemena akhir MotoGP 2025. Dibawah Marc Marquez yang juara dunia, juga dibawah Alex Marquez (BK8 Gresini Racing), Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM). VR46 dianggap tidak memberikan motivasi kuat hingga dianggap meremehkan Marc Marquez.
“Dia tidak siap menghadapi rekan setim sekuat itu,” kata Simoncelli, ayah dari mendiang Marco Simoncelli. Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez, “tutur Paolo Simoncelli yang dilansir dari Surat Kabar Italia, Corriere della Sera.
BACA (JUGA) : Apakah Pembalap Yang Tubuhnya Tinggi Diatas 180 cm Sulit Bertarung di MotoGP ?
“Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan. Dia berpikir : ‘Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan’. Tapi Marc adalah pembalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis, ”tambah Paolo Simoncelli. BB1















