Wow… Jeremy Burgess ‘Kepala Kru’ Rossi Dan Doohan Bocorkan Rahasia Sukses Mereka

BeritaBalap.com-Sebagai crew-chief alias kepala kru,maka Jeremy Burgess yang merayakan kesukesan besar. Itu dijalaninya sejak usia 28 tahun hingga 64 tahun saat ini. Total sudah meriah 13 gelar juara dunia MotoGP atau GP500 dan 148 kali podium juara. itu didapat mulai era Wayne Gardnr, Mick Doohan hingga Valentino Rossi saat ini.

Tentu saja, bicara balap MotoGP bukan hanya kencang, juga bagaimana komunikasi yang terjalin dalam membangun kepercayaan diri. “Balap motor bukanlah hal yang mudah. Bekerja dengan pebalap sangat penting. Sulit untuk mencapai waktu tempuh yang diharapkan jika rider tidak merasa benar dan percaya diri pada motornya, “tukas Jeremy Burgess yang berasal dari Australia.

Jeremy Burgess (kiri) saat kepala krunya Mick Doohan

Lebih lanjut, Burgess memberikan rahasia kesuksesan Doohan dan Rossi yang disebutnya memiliki persamaan. “Batas mutlak motor adalah jatuh. Jika anda hampir terjatuh, maka anda lambat. Itulah mengapa anda mendekati batas itu. Para pebalap terbaik, mereka sangat pintar, mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan. Di daerah ini, Vale dan Mick sangat baik, karena mereka tahu persis apa yang diperlukan untuk dapat membesut motor sepanjang balapan, “terang Burgess.

Sekilas informasi saja, Doohan yang saat ini berusia 52 tahun merebut juara dunia GP500 tahun 1994 hingga 1998. Sedang Rossi di tahun 2001-2005, 2008 dan 2009. “Mereka tahu bahwa menunggangi motor secara berlebihan di atas batas, maka menyebabkan ban belakang yang berputar berlebihan, justru membuat laju melambat. Anda tidak boleh terlalu lambat, tetapi juga menyebabkan ban yang berputar berlebihan. Pada titik ini, skill beberapa rider terbukti. Dia harus cepat dalam semua tikungan dan waktunya tidak berbeda jauh dari angka 0,2 detik dalam setiap lap hingga lebih 30 lap, “terang Burgess.

“Tekanan harus selalu dijaga karena orang lain mencoba untuk mengejar dan menjadi lebih cepat. Petarung seperti Valentino, Mick, Wyne Rainey, Eddie Lawson, Giacomo Agostini dan lainnya mengerti bahwa itu adalah tekanan yang konstan. Jadi tanpa melaju lambat dan melebihi batas. Kita bekerja keras, banyak tertawa, tetapi pada akhirnya liburan musim yang selalu meriah. Saya beruntung bisa bekerjasama dengan orang-orang yang luar biasa. Saya merasa terberkati, “tambah Burgess. BB1

Facebook Comments

You May Also Like