BeritaBalap.com-Ada 3 kenangan terburuk atau terberat yang dialami tim Gresini Racing yang notabene sudah berusia hampir 30 tahun (berdiri sejak 1997 oleh mendiang Fausto Gresini).
Saat ini Gresini Racing dikomandoi Nadia Padovani, isteri Fausto Gresini yang meninggal saat wabah Covid-19 (2021). Dua pembalap MotoGPnya saat ini adalah Alex Marquez dan Fermin Aldeguer.
Lebih lanjut, ada 3 kenangan terburuk yang pernah dialami manajemen tim Gresini Racing. Apa saja ? Pertama, ialah Daijiro Katoh yang meninggal secara tragis di Sirkuit Suzuka saat balap GP250 (2003). Kato juga yang membuat Gresini makin populer ketika merebut juara dunia GP 250 musim 2001.
BACA (JUGA) : Bos Besar Ducati Ungkap Perkembangan Terbaru Yang Penting Soal Proses Kontrak Marquez
“Dia adalah sebuah fenomena, bakat yang luar biasa. Dia akan masuk ke pit box, kemudian duduk, bersantai, dan tertidur, “terang Padovani sambil mengenang.
Lebih lanjut, dalam 8 tahun kemudian, Gresini mengalami peristiwa sedih yang kedua kalinya ketika Marco Simoncelli meninggal dunia di Sepang Malaysia (23 Oktober 2011).
“Jika pukulan pertama membuatmu bangkit, pukulan kedua jauh lebih berat. Fausto kembali dari Malaysia dan mengunci diri di kamar tidurnya, menolak bertemu siapapun. Dia terus mengatakan kepada saya bahwa dia ingin berhenti, untuk berhenti membiarkan anak buahnya balapan, agar dia tidak membunuh orang lain di lintasan, “ucap Padovani yang dilansir Berita Balap dari Speedweek.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa dia bisa berhenti dan menutup semuanya. Tetapi akan selalu ada orang-orang yang melakukan olahraga ini karena itu adalah gairah mereka. Mereka tidak akan lagi balapan untuknya, tetapi untuk orang lain. Setiap pembalap tahu bahwa kamu mengambil risiko di lintasan, tetapi mereka tidak memikirkan hal itu saat itu, ”tambah Padovani.
Nah, peristiwa kenangan sulit ketiga adalah kepergian Fausto Gresini. Ini yang membuat tim Gresini hampir saja membubarkan diri. Akan stop alias tidak berlanjut. Tapi kemudian bangkit dan eksis.
“Sekitar 70 orang bekerja di perusahaan. Itu berarti harus memulangkan 70 keluarga. Saya tidak tega melakukan itu. Itu adalah perusahaan yang dibangun suami saya dengan pengorbanan. Menjual semuanya berarti kehilangan dia sepenuhnya, “tutur Padovani yang kemudian berkomitmen melanjutkan tim di depan makam suaminya.
“Kami akan tetap di garasi, dan kami akan menunjukkan kepada dunia apa itu Gresini Racing. Mungkin saya bereaksi berlebihan saat itu. Ada banyak kemarahan yang terlibat, karena beliau seharusnya tidak diizinkan meninggal dunia karena virus, “tambah Padovani. BB1














