BeritaBalap.com- Dominasi runtuh, Ducati mengakui kekuatan Aprilia dan KTM kini menjadi ancaman serius di MotoGP 2026. Setelah lima tahun merajai lintasan dengan berbagai kemenangan dan empat gelar dunia, Ducati kini menghadapi realita baru di kompetisi MotoGP.
Sejak Marc Marquez mengalami cedera bahu di penghujung musim lalu, pabrikan asal Borgo Panigale ini tidak lagi melenggang sendirian di barisan depan. Kebangkitan Aprilia menjadi ancaman paling nyata karena para pembalapnya kini tampil kompak dan konsisten di podium.
Selain itu, KTM mulai menunjukkan taringnya melalui sensasi pembalap muda Pedro Acosta yang membuktikan bahwa motor mereka punya potensi kompetitif yang besar. CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, mengakui bahwa peta kekuatan antar pabrikan saat ini sudah jauh lebih seimbang.
“Banyak pabrikan tentu telah mengalami kemajuan. Ducati tentu saja menjadi motor terbaik dalam empat atau lima tahun terakhir, tetapi saat ini angkanya jauh lebih seimbang. Sulit mengatakan dengan pasti di mana posisi tiap orang, karena itu juga tergantung performa pembalap. Namun, jelas tak ada lagi dominasi seperti sebelumnya,” buka Domenicali.
BACA JUGA : Bezzecchi Akui Rekor Kemenangan Beruntunnya Harus Berakhir di GP Spanyol
Dirinya juga menambahkan bahwa fenomena merapatnya jarak antar tim adalah hal yang wajar terjadi dalam dunia olahraga profesional. “Itu normal dalam olahraga. Saat aturan sangat stabil dalam waktu lama, angkanya cenderung jadi sangat mirip,” jelas pria asal Italia ini.
BACA JUGA : Sudah Hampir 30 Tahun Eksis, Bos Tim Gresini Racing Ungkap 3 Kenangan Terberat
Terakhir, Domenicali mengakui tantangan berat bagi Ducati adalah mencari ruang inovasi di tengah level performa motor yang sudah sangat tinggi. “Semua berusaha memperbaiki diri, dan lebih sulit memperbaiki sesuatu yang sudah bekerja sangat baik daripada sesuatu yang masih punya ruang untuk peningkatan. Kini kami semua jauh lebih dekat,” pungkasnya. Edhot














