Marquez Samai Rekor Agostini di Sachsenring, Namun Tak Bisa Sepenuhnya Bahagia

BeritaBalap.com- Marc Marquez kembali mencatatkan tinta emas dalam sejarah MotoGP setelah meraih kemenangan ke-10 di Sirkuit Sachsenring pada MotoGP Jerman 2026. Meski tampil dominan sejak start hingga finis, juara dunia bertahan itu mengaku tidak bisa menikmati kemenangan tersebut sepenuhnya karena sang adik, Alex Marquez, gagal naik podium akibat terjatuh saat balapan.

Hasil tersebut membuat Marquez menyamai rekor legenda MotoGP, Giacomo Agostini, sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di satu sirkuit pada kelas premier. Agostini lebih dulu mengoleksi 10 kemenangan di Sirkuit Imatra, Finlandia, pada periode 1965 hingga 1975, sedangkan Marquez kini menyamai pencapaian tersebut lewat dominasinya di Sachsenring.

Namun di balik catatan bersejarah itu, Marquez mengaku lebih memikirkan nasib Alex Marquez yang mengalami kecelakaan ketika sedang berada di posisi kedua. “Sepuluh kemenangan di satu sirkuit pada kelas MotoGP adalah sesuatu yang luar biasa. Namun, sejujurnya saya tidak bisa merasa 100 persen bahagia karena saya ingin melihat Alex juga berada di podium,” buka Marquez.

koizumi

Pembalap berusia 33 tahun itu lalu menambahkan, “Saya melihat bagaimana dia bekerja setelah balapan di Montmelo. Itu luar biasa. Saya tahu dia pekerja keras, tetapi kali ini usahanya bahkan lebih dari yang saya bayangkan. Dia juga tampil sangat baik sepanjang akhir pekan,” ujarnya.

Terlepas dari rasa kecewanya terhadap hasil yang diraih Alex, Marquez tetap memberikan apresiasi tinggi kepada tim Ducati Lenovo yang sukses menyiapkan motor dalam kondisi terbaik sepanjang akhir pekan di Sachsenring. Berkat paket motor yang kompetitif, ia mampu mengendalikan jalannya balapan dan menjaga keunggulan sejak lap-lap awal.

BACA JUGA : Pimpinan Klasemen Moto2 Manuel Gonzalez Ditaksir 2 Pabrikan Berbeda WorldSBK, Tech3 KTM Harus Cepat !

“Di garasi kami semuanya berjalan sangat baik. Kami berhasil menemukan pengaturan terbaik untuk memaksimalkan performa sepanjang akhir pekan. Saya langsung menekan sejak awal, tetapi kemudian ban depan terasa berada di batas kemampuannya. Sensasinya cukup aneh dan saya tidak tahu apakah ban mulai mengalami graining atau ada hal lain,” beber Marquez.

BACA JUGA : Ducati Pertama Kalinya Turun Peringkat B Hak Konsesi, Honda Juga Turun Level D, KTM Tetap B

Rider asal Spanyol itu melanjutkan, “Saya sempat mengurangi kecepatan dan saat itu rombongan kembali mendekat. Setelah saya memahami kondisi ban depan, saya kembali menyerang. Dari situlah saya mulai membuka jarak. Saya tahu jika sudah unggul sekitar satu setengah hingga dua detik di sirkuit ini, akan sangat sulit bagi pembalap lain untuk mengejar,” pungkasnya. Edhot

You May Also Like