Raul Fernandez Ubah Amarah Jadi Kemenangan, Silverstone Jadi Panggung Pembuktian

BeritaBalap.com- Raul Fernandez tampil luar biasa pada balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone dengan meraih kemenangan meyakinkan setelah tampil dominan dari lap pertama hingga terakhir. Hasil ini menjadi jawaban sempurna setelah pembalap Trackhouse Racing tersebut gagal finis di Sprint Race akibat terjatuh meski memiliki kecepatan untuk bersaing memperebutkan kemenangan.

Kekecewaan dari Sprint Race justru menjadi bahan bakar bagi Fernandez untuk bangkit pada balapan utama. Setelah resmi memperpanjang kontraknya untuk dua musim ke depan, pembalap asal Spanyol itu terlihat tampil lebih tenang, fokus dan mampu mengendalikan emosinya sepanjang perlombaan.

“Seperti yang sering saya katakan, ketika ada hal yang membuat saya marah, kami sebagai sebuah tim berhasil menyalurkan kemarahan itu dan mengubahnya menjadi energi positif. Pagi ini, saya turun ke lintasan untuk meluapkan emosi sekaligus menghindari kesalahan saat balapan,” buka Fernandez.

koizumi

Kecepatan motor Trackhouse Aprilia sebenarnya sudah terlihat sejak awal, tetapi Fernandez menyadari bahwa mempertahankan ritme tersebut sepanjang balapan bukan perkara mudah. “Saya menyelesaikan tiga lap dengan sangat cepat, di kisaran waktu 57 detik, menggunakan ban kompon medium dan tangki bahan bakar penuh. Di situlah kami menyadari batasan kemampuan kami. Kami memang mampu melahap tiga lap dengan kecepatan tersebut, namun kami akan sangat kesulitan menjelang akhir balapan. Margin kesalahannya sangatlah tipis,” imbuhnya.

Kunci kemenangan Fernandez kali ini bukan sekadar kecepatan, melainkan kemampuan mengelola ban dan menjaga ritme hingga garis finis. “Menurut saya, balapan ini lebih menuntut kemampuan manajemen daripada sekadar berfokus pada kekuatan dan kelemahan kami. Saya yakin itulah kuncinya. Saat Anda menemukan ritme yang tepat, segalanya menjadi mudah. Kami tidak mengubah apa pun pada motor sejak hari Jumat, kecuali bannya,” beber Fernandez.

Pengalaman dari kesalahan sehari sebelumnya juga membantu Fernandez menentukan pendekatan yang tepat pada balapan utama. “Sejak saat itu, saya rasa saya benar-benar memahami kesalahan yang saya buat sehari sebelumnya yang bagi saya adalah start yang buruk, bukan insiden kecelakaan itu sendiri. Kuncinya adalah menemukan kecepatan yang tepat sembari tetap tenang,” bilangnya.

BACA JUGA : Bezzecchi Tampil Heroik di Silverstone, Podium Sprint Meski Fisik Belum Pulih

Fernandez kemudian menjelaskan bagaimana dirinya menjaga temperatur ban Michelin agar tetap optimal hingga fase akhir perlombaan. “Anda tahu bahwa dengan ban Michelin, jika suhu naik terlalu cepat pada lap pertama atau kedua, performa ban tidak akan maksimal di akhir balapan. Saya berusaha mengelola hal itu, saya memacu motor dengan kencang, tetapi memusatkan beban pada ban depan alih-alih ban belakang,” tambahnya.

BACA JUGA : Aprilia Borong Podium 1-2-3 MotoGP Silverstone

Saat balapan memasuki sepertiga akhir, Jorge Martin mulai memangkas jarak hingga hanya terpaut sekitar setengah detik, tetapi Fernandez tetap tenang dan segera melakukan penyesuaian pada pengaturan mesin. “Ketika saya melihat Jorge merebut posisi kedua dan memangkas jarak hingga setengah detik, saya berkata pada diri sendiri: ‘Baiklah, saya masih punya jarak aman.’ Saya pun mulai menyesuaikan map mesin untuk mengoptimalkan pengendalian motor dan berusaha mempertahankan posisi hingga finis. Hasilnya sempurna,” pungkasnya.

You May Also Like