BeritaBalap.com-Ahli bedah yang selama ini mengoperasi dan melakukan perawatan bagi Marc Marquez, ialah Dokter Samuel Antuna mengungkapkan kondisi lengan dan bahu Marc Marquez yang sebenarnya. P
aling tidak ini menjadi alasan kenapa racer usia 33 tahun tersebut tidak dapat tampil optimal dalam perjalanan seri MotoGP 2026. Ada keadaan yang tidak bisa diubah tetapi harus dilalui atau dijalani.
“Kekuatan yang dapat ia hasilkan dengan lengan kanannya tidak sebanding dengan lengan kirinya. Namun, sebelum insiden kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik-baik saja, ia bisa balapan, tidak merasakan sakit dan tidak mengeluh apapun. Kecelakaan itu mengubah segalanya, “terang Dr. Samuel Antuna selaku Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi di Rumah Sakit Ruber Internacional di Madrid.
BACA (JUGA) : Bastianini Jelaskan Dimana Letak Spesialnya Acosta Dibanding Pembalap KTM Lain
Pada intinya, efek crash yang terjadi di MotoGP Mandalika semakin membuat masalah serius juara dunia MotoGP 2025 tersebut. Diklaim tidak akan bisa kembali lagi seperti semula. Ada hal-hal yang menjadi nilai lebih dari kekuatan tulang dan otot Marc Marquez. Tapi sekali lagi ditegaskan, tidak akan sempurna.
“Pada posisi tertentu selama balapan dan latihan, Marc benar-benar kehilangan kendali atas lengannya dan itulah sebabnya ia terjatuh, Dia memiliki otot latissimus dorsi (otot sayap, red) yang kuat, tetapi mengalami gangguan mekanis. Hal yang sama berlaku untuk otot teres mayor (otot tebal di area bahu dan punggung atas, red), “tutur Dr. Samuel Antuna yang dikutip Berita Balap dari GPone.com.
“Bagaimanapun, masalah utamanya adalah dia kehilangan kekuatan pada otot bisep. Itu sama sekali bukan lengan yang normal dan tidak akan pernah kembali seperti semula. Marc bahkan kesulitan bermain padel. Seandainya dia Carlos Alcaraz, dia pasti harus pensiun dari tenis profesional. Lengan itu sangat terbatas dalam hal kekuatan, terutama pada otot bisep. Saya kira kemampuannya sekitar 50 persen dari kapasitas aslinya, ”tambah Dr. Samuel Antuna. BB1













