CBR 250RR Turun Balap WorldSSP300 ? Chris Pike (HME) : Tidak Homologasi Standar Emisi EURO4

BeritaBalap.com-Perfoma Honda CBR500R paling melempem alias tidak bertaji dalam balap dunia WorldSSP300 yang dipentaskan bersamaan dengan superbike dunia (WSBK). Oh ya, konteks balap dunia WorldSSP300 dinyatakan langsung Dorna ya sebagai promotor penyelenggara. Bukan penulis atau klaim sepihak. Kalau ada yang membantah, silahkan protes langsung ke Dorna. Tapi kalau kritik secara pribadi, pulang aja ya. Nggak pengaruh ! He he he he he…

Lebih lanjut, Honda CBR500R yang punya silinder 471 cc tidak mampu melayani kekuatan KTM RC390R (399 cc) ataupun Yamaha YZF-R3 (321 cc) ataupun pula Kawasaki Ninja 400 (399 cc). Ini yang kemudian sedang dibahas lebih lanjut karena pastinya akan berkorelasi dengan image dan penjualan.

“Bagi Honda itu memalukan bahwa kami balapan dengan motor yang berbeda dari pesaing. Honda secara resmi absen dari Kejuaraan Dunia Supersport 300. Haruskah kita terlibat dalam kelas di masa depan, kemudian dengan mesin yang cocok, “ujar Marco Chini, mantan manajer balap Honda di Eropa.

koizumi

Lebih lanjut, hadir topik yang sedang dibahas soal penggunaan Honda CBR250 RR yang diluncurkan 2016 lalu dan itu hanya dijual di Asia. Kudabesi ini terlibat di balap Asia Road Race (ARRC) dan juara musim lalu. Apakah dapat bersaing di WorldSSP 300 ?

“Scott Smart dari FIM saat ini sedang mengevaluasi dengan Honda Racing Corporation apakah mungkin untuk menyediakan kit untuk motor yang mereka gunakan di Asia, “ucap Direktur Pelaksana SBK, Daniel Carrera kepada laman media aaal Jerman, SPEEDWEEK.com. Namun diberitakan lebih lanjut, ada problem dengan aturan standar EURO4 sehubungan emisi gas buang yang belum dipenuhi Honda CBR250RR.

“Ada diskusi antara Dorna dan Honda, “tutur Chris Pike yang bertanggung jawab atas Kejuaraan Dunia Superbike dan kelas-kelasnya di Honda Motor Eropa (HME). “Tapi ada beberapa rintangan yang harus diatasi karena CBR250RR tidak homologasi di Eropa. Harus membutuhkan standar emisi Euro4. Selain itu, akan menghabiskan banyak uang jika kita hanya memperkenalkan sejumlah kecil unit yang digunakan di Thailand, Malaysia dan Indonesia dalam balap, “tambah Chris Pike. BB1 (Ket FOTO : ARRC)

Facebook Comments

You May Also Like