BeritaBalap.com-Dalam sebuah diskusi santai dengan Wahyu Rusmayadi selaku Manager Motorsports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) hadir pertanyaan menarik dan sedikit kritis.
Pertanyaannya adalah apakah Arai Agaska yang saat ini balap R3 World Cup 2025 adalah proyeksi dari generasi lanjutan Yamaha Indonesia setelah Aldi Satya Mahendra ? Maksudnya, semacam tongkat estafet yang didesain sehubungan menjalani tahapan balapan yang diagendakan Yamaha Indonesia di level dunia.


Apa jawabnya ? “Ya, betul untuk saat ini demikian, “tukas Wahyu Rusmayadi. “Kita punya tahapan yang sudah dipersiapkan. Misal Arai Agaska kenapa hanya 1 tahun saja di balap Asia padahal menunjukkan prestasi signifikan, ya karena kita punya agenda yang lebih baik untuk karir balapnya, yang tentu saja berhubungan dengan usia potensial, “tambah Wahyu Rusmayadi.
Patut dipahami, YIMM itu punya bangunan piramida menyangkut step by step untuk pembalap muda potensial di strata dunia. Jadi setelah di Asia Road Racing Championship, kemudian menuju R3 World Cup, berlanjut WorldSSP300 dimana musim 2024 Aldi Satya Mahendra merebut juara dunia, lalu WorldSSP seperti yang dilakoni Aldi Satya Mahendra tahun ini dan seterusnya.
Tentu saja, parameter atau alat ukurnya adalah prestasi, termasuk potensi menuju WorldSBK. Tentu saja, konteks ini tidak menutup kemungkinan untuk melangkah ke balapan lain seperti Moto2. Semua tergantung prestasi penting hingga dapat dilihat manajemen tim. Ingat, Yamaha juga punya tim Moto2 yang dikelola manajemen tim Pramac Racing.
Oh ya, Arai Agaska yang berasal dari Lombok NTB dan berusia 17 tahun, saat ini berada di posisi ke-4 klasemen sementara R3 World Cup. Itu hasil podium ke-3 dan finish ke-4 dalam 2 race yang dipentaskan di seri pertama Portimao Portugal. Perjuangan yang patut diapresiasi sebagai rookie atau pendatang baru dan semoga dapat konsisten ataupun lebih baik kedepannya. BB1