Bos Tim Bahtera Racing Tegaskan Pentingnya Netralitas dan Fair Play Dalam OnePrix 2021

BeritaBalap.com-Perdebatan soal pilihan sirkuit untuk seri ke-3 Kejurnas OnePrix 2021 yang rencananya dihelat tanggal 12-14 November nanti makin menarik dicermati.

BACA (JUGA) : Hokky Krisdianto Pilih Trek Bukit Peusar Buat Seri Ke-3 OnePrix Walau Lebih Dekat Mijen

Banyak yang berharap, baik disampaikan langsung ataupun dipendam dalam hati, bahwa putaran ke-3 itu lebih idealnya jangan di Sentul lagi. Pindah dong agar sama rata dan sama rasa. Itu harapan yang manusiawi.


Lebih lanjut, penulis meminta pendapat dari pelaku senior balap nasional, Novi Endaryono yang juga General Manager tim Yamaha Bahtera Racing yang bermarkas di Tulungagung Jawa Timur.

BACA (JUGA) : Bima Aditya The Strokes55 Pilih Bukit Peusar Daripada Mijen Buat Seri 3 OnePrix, Apa Alasannya ?

Oh ya, disebut tokoh senior karena tim balapnya selalu eksis dalam kisaran 15 tahun ini (dulunya dengan bendera tim Ridlatama, red) dengan dukungan mekanik Gendut GDT Racing. Bicara prestasi juara nasional, sudah tidak terhitung. Nanti kepanjangan tulisan ini.

Bagaimana pendapatnya soal perdebatan masalah trek ? Apakah setuju pindah dari sirkuit Sentul Kecil atau tetap saja disana ? Apakah ada pemikiran lain yang berbeda sebagai masukan kepada OMM selaku penyelenggara ?

BACA (JUGA) : Bima Aditya The Strokes55 Pilih Bukit Peusar Daripada Mijen Buat Seri 3 OnePrix, Apa Alasannya ?

Mas Novi, sapaan akrabnya lebih menekankan pentingnya membangun kompetisi yang fair play atau berupaya membangun sportifitas.  Mengedepankan asas keseimbangan untuk persaingan yang sehat. Dalam hal ini, tegakkan aturan untuk pembatasan waktu dalam memulai latihan dan setting motor. Jangan dibebaskan untuk sirkuit yang akan dipakai.

“Yang jelas kalau namanya kejuaraan itu apapun namanya, Mas, maka seharusnya semua tim atau peserta harus siap dimanapun arenanya, tetapi kalau saya menilai sirkuit manapun itu nggak masalah, yang paling penting tingkat netralitas dan fair play, itu yang utama, “terang Novi Endaryono yang mana timnya diperkuat dua potensi muda, Wahyu Nugroho dan M Robby.

“Baik Sirkuit Sentul, Gery Mang atau Tasikmalaya ataupun Bung Tomo, kalau aturan ada batasan dalam setting dan batasan latihan yang disama-ratakan, itu nggak masalah, sekarang ini kan sebenarnya kan colong-colongan setting dan latihan masalahnya”.

“Itu yang buat tidak fair playnya balapan, kalau namanya tim dimanapun harus siap asalkan sesuai aturan dan kesepakatan awal, “tambah Novi Endaryono yang juga pengusaha di bidang kontraktor alat-alat berat, pertambangan, tambak dan ekspor buah-buahan segar. BB1

 

Facebook Comments

You May Also Like