Fenomena Rider Balap Asia di Masa Covid, Tambah Usia 2 Tahun Tapi Level Event Tidak Naik

BeritaBalap.com-Balapan skala Asia terbukti ada yang tidak berjalan dan adapula yang baru berjalan 1 seri dan lanjut ditunda. Jauh dari harapan. Sudah dalam 2 tahun ini karena alasan pendemi Covid-19.

Nah, yang nanti sangat terasa efeknya adalah para pembalap belia balap internasional usia 13-16 tahun, yang pada akhirnya usia mereka bertambah 2 tahun tetapi karena tidak ada race, maka level mereka stagnan.

BACA (JUGA) : Mantap ! Pembalap ART Jogja Jorge Raphael Gading Main Jetski Buat Olah Fisik Dan Psikis

Mereka disitu-situ saja. Jalan di tempat. Tidak ‘naik kelas’ juga.  Proyeksi dan harapan untuk lebih cepat mengupgrade mereka lebih dini tidak berjalan sesuai rencana.

Oh ya, kalau di daratan Eropa soal Covid-19 sudah tidak menjadi masalah serius. Selain MotoGP dan WorldSBK, terbukti sudah lama berjalan juga seperti CEV Moto3, CEV Moto2, KTM MotoGP Rookies Cup, CIV (Italia), British Superbike (BSB) British Talent Cup dan lain-lain.

BACA (JUGA) : MotoGP 2021 Sepang Batal, Asia Talent Cup dan Seleksinya Juga Batal

“Ya memang kasihan anak-anak yang balapan di level Asia. Karena tidak ada balapan, jadi mereka disitu-situ saja selama 2 tahun ini. Saya pikir juga pabrikan tidka mau berspekulasi langsung naik ke level selanjutnya jika tanpa pengalaman dan terkesan spekulasi, “ujar Rudi Hadinata, manajer tim balap Astra Motor Racing Team Yogyakarta yang konsisten dalam beberapa tahun belakangan mengarahkan para pembalapnya ikutan seleksi Asia Talent Cup (ATC).

Secara logika sederhana, memang butuh akselerasi dari policy pabrikan. Misal saja untuk 2022 nanti, Veda Ega Pratama yang langsung diproyeksikan ke AP250 ataupun Aldi Satya Mahendra langsung WorldSSP300. Tetapi itu sekedar contoh atau gambaran saja. Jangan dianggap terlalu serius ya karena semua kembali kepada keberanian pabrikan !

Namun memang harus dipertimbangkan matang dan sangat matang dengan melihat skill-up mereka karena jam terbang yang relatif kurang di balapan skala Asia saat ini.

Dalam konteks ini, bukan soal prestasi yang bisa diraih tetapi yang lebih penting adalah potensi dan probabilitas atau tingkat kemungkinan dari resiko yang dihadapi bagi seorang rookie atau pendatang baru. BB1 (Ket FOTO : Istimewa)

Facebook Comments

You May Also Like