BeritaBalap.com- Bos Ducati, Gigi Dall’Igna, menilai setiap pembalap MotoGP memiliki gaya balap serta keunggulan yang sangat khas. Menurutnya, meski Ducati memiliki banyak data untuk menganalisis performa para rider, informasi tersebut tidak serta-merta bisa membuat seorang pembalap meniru gaya rider lainnya.
Ducati memang dikenal memiliki keunggulan dalam pengumpulan dan analisis data karena menurunkan lebih banyak motor di grid dibandingkan pabrikan lain. Namun, Dall’Igna menegaskan karakter alami seorang pembalap tetap menjadi faktor penting yang tidak bisa digantikan hanya dengan mempelajari data.
“Setiap pebalap memiliki gaya yang berbeda. Bahkan jika mereka mencoba meniru satu sama lain, itu tidak mungkin. Sebagai contoh, gaya balap Marc di tikungan kiri tidak mungkin ditiru,” buka Dall’Igna.
General Manager Ducati Corse tersebut kemudian memberikan contoh lain melalui Pecco Bagnaia yang memiliki kemampuan pengereman sangat kuat. “Kadang-kadang, mustahil meniru Pecco saat melakukan pengereman. Ada fase-fase berbeda dalam balapan di mana pebalap tertentu tampil jauh lebih baik dibandingkan yang lain,” imbuhnya.
BACA JUGA : Marquez Dinilai Kehilangan “Api” Juara Dunia, Performa 2026 Tak Seganas Musim Lalu
Menurut Dall’Igna, kemampuan Marquez ketika melibas tikungan kiri merupakan salah satu karakteristik yang sulit ditiru pembalap lain, sementara Bagnaia memiliki keunggulan tersendiri saat memasuki zona pengereman. Ia juga menyebut Fabio Di Giannantonio sebagai salah satu pembalap yang memiliki kemampuan istimewa dalam mempertahankan kecepatan ketika melewati tikungan.
BACA JUGA : Fermin Aldeguer Kembali Naik Motor, Target Comeback di MotoGP Aragon 2026
“Dia adalah salah satu yang terbaik,” tukas Dall’Igna, merujuk pada keunggulan Di Giannantonio dalam menjaga kecepatan di tikungan. Edhot














