Ini Dia Alasan Kenapa Marquez Masih Tetap Kompetitif dan Sulit di Kalahkan

BeritaBalap.com- Ini dia alasan kenapa Marc Marquez masih tetap kompetitif dan sulit untuk dikalahkan di ajang MotoGP. Setelah berhasil bangkit hingga berhasil merebut kembali gelar juara dunia di MotoGP 2025 bersama pabrikan Ducati, saat ini Marquez masih dijagokan menjadi kandidat yang sulit untuk dikalahkan.

Sempat terpuruk pasca insiden kecelakaan parah di Jerez, Spanyol pada MotoGP 2020. Imbasnya, Marquez yang kala itu masih bersama pabrikan Honda mengalami penurunan performa terhitung dari musim MotoGP 2021 hinga MotoGP 2023.

Semua orang sudah mengira ini akan menjadi akhir bagi karir balap the baby alien. Namun, langkah besar diambil oleh Marquez yang pada akhirnya hengkang dari Honda dan memilih bergabung merapat ke Gresini Racing, tim yang dibekali pacuan Ducati pada musim 2024.

koizumi

Pelan namun pasti, bertandem dengan Alex Marquez, sang adik Mrquez kembali menemukan sentuhan terbaiknya diatas pacuan. Kebangkitan Marquez dilirik oleh tim pabrikan Ducati, musim 2025 rider bernomor 93 ini tampil dominan hingga meraih gelar juara dunia.

“Tidak ada keraguan tentang bakatnya, kecepatannya, tidak ada keraguan sama sekali. Tapi saya pikir banyak pembalap jatuh ke dalam perangkap yang sama. Ada banyak pembalap cepat saat ini, tetapi saya rasa tidak banyak yang menggunakan kemampuan balap mereka sepenuhnya,” kata Casey Stoner.

BACA JUGA : Runner-up WorldSBK Bulega Masih Tunggu Homologasi Helm KYT Tapi Siapkan Rencana B

Stoner lalu membeberkan poin penting yang tidak banyak diketahui oleh para rider MotoGP. “Di situlah Marc Marquez mengalahkan mereka seperti sekarang. Marquez memiliki kelemahan besar di masa lalu yang menurut saya tidak ada yang menyadarinya, dan saya masih tidak akan mengatakan apa pun tentang itu,” tambah Stoner.

BACA JUGA : Mantap ! Alex Marquez Ikut Sponsorin Tim Moto2 RW Racing Musim 2026 Ini

Stoner melanjutkan, “Tetapi mengejutkan bahwa tidak ada yang mampu mengeksploitasinya, saya kira itu karena semua orang melihatnya sebagai bos terakhir. Dan alih-alih mencari tahu apa yang perlu mereka lakukan, tingkatkan tentang diri mereka sendiri, mungkin bagaimana cara balapan melawannya, mereka hanya melihatnya sebagai pesaing yang sangat sulit,” pungkasnya. Edhot

You May Also Like