Ini Rahasia RX King Jawara Sport 140 cc Tune-up (Road Race 2018 Slawi, 14 Juli)

BeritaBalap.com-Bila ada kejuaraan balap motor di seputaran Jateng dan DIY, pastinya tidak luput dari kelas RX King 140 cc Tune-up atau disebut juga Sport 2 Tak TU s/d 140 cc. Penggemar balap motor sport 2 tak ini justru semakin banyak. Makin menjamur. So, rasanya kurang elok kalau belum membahas kategori yang paling ditunggu para penonton ini.

Nah, Minggu kemarin (14 Juli) hadir dalam kejuaraan bertajuk Poetra Jaya Open Road Race Championship 2018 Round 2 di Slawi, Jawa Tengah The King karya AB Mbendol ABRT tak tersentuh. Sulit dilawan. Terus mendominasi. Hajar para rivalnya. “Saya buat port-exhaust setinggi 24 mm dikur dari bibir silinder. Desainn lebih mengutamakan RPM atas, “tukas AB Mbendol yang juga juragan knalpot ABRT20.

Mbendol ABRT20 selaku mekanik

Lebih lanjut, setelah ditelusuri ternyata kompresi tunggangan Wawan Welo lebih rendah daripada bawaan pabrik. Untuk standar kompresi RX King adalah 7.1 : 1 sedangkan karya AB Bendol diplot diangka 6,5:1. Kompresi rendah dipastikan berhubungan dengan ketahanan mesin. Ini yang jadi prioritas juragan knalpot asal Salatiga, Jateng tersebut.

Rumusan kompresi diwujudkan dengan langkap pemapasan head-cylinder sebesar 1,5 mm.  Namun bentuk kubah tetap aslinya, yaitu dengan diameter 58 mm, sedang squish 12 mm dan lebar nat 0,5 mm. Pastinya pasokan bahan bakar dan udara menjadi lebih padat berisi. Tenaga makin yahud dalam semua tingkatan RPM.

Menyangkut perangkat yang mensuplai bahan bakar dipercayakan pada karburator standar RX King ukuran 26 yang direamer menjadi 30 mm. Pasokan di RPM bawah-menengah diatur pilot-jet 24 dan atasnya pakai main-jet 250. Yang pasti, settingan ini dibuat rada basah untuk mengimbangi gaya balap Wawan Wello yang agresif. Tujuannya agar ruang bakar tetap aman. Jauh dari gejala drop karena overheat.

Guna menghadapi trek sirkuit alun-alun Slawi, Jateng yang mengutamakan akselerasi, maka RX-King yang mengusung nama tim Bos Humma ABRT20 ini menggunakan racikan rasio 1 dengan perbandingan 13/32, kemudian gigi 2 (17/29), sedangkan persneling 3 dan 4 masih standar pabrik. Untuk final-gearnya efektif pada 13-42. D 14 N

Baca (Juga) : Road Race 2018 Slawi : Berikut Hasil Lengkap Juaranya

Facebook Comments

You May Also Like