BeritaBalap.com-Fabio Quartararo memang sudah diumumkan akan pindah ke tim Honda dalam 2 tahun kedepan (2027-2028). Jadi setelah 8 tahun bersama Yamaha dan pernah merebut juara dunia MotoGP 2021.
Jadi bergeser ke sesama pabrikan Jepang yang perfomanya hampir sama. Maksudnya hampir sama, bahwa Honda dan Yamaha sama-sama belum mampu bersaing dengan 3 pabrikan Eropa (Ducati, Aprilia dan KTM).
Bisa dilihat dari hasil setiap seri MotoGP ataupun dalam klasemen sementara hingga seri Silverstone Inggris. Tidak masuk deretan 5 besar. Contohnya, saat ini Luca Marini (Honda) di posisi ke-10 dalam standing point, sedang Quartararo ke-14. Itu 2 petarung pabrikan Jepang terbaik.
Pertanyaan kritis hadir, kenapa Quartararo pilih ke Honda ? Apakah semata-mata soal duit yang dipastikan bernilai besar ketika masuk tim pabrikan Jepang ? Yang pasti, dalam sebuah kesempatan, ia mengakui bahwa 2 tahun lalu didekati atau bernegosiasi dengan Aprilia tetapi tidak jadi.
Sehubungan pindah dari Yamaha ke Honda yang diprediksi sama-sama belum kompetitif, Quartararo menjawab. Intinya, bukan semata-mata soal uang karena di Yamaha juga ia dibayar besar (200 milyar lebih/tahun) dan diklaim paling tinggi diantara para racer MotoGP. Tapi ini juga kerja cepat yang ada di Honda yang mengarah pada budaya pekerjaan pabrikan Eropa.
“Saya rasa sebenarnya situasinya tidak begitu mirip, karena ada banyak hal, baik di lintasan maupun di luar lintasan, yang menurut saya sangat berbeda. Dengan regulasi baru dan motor baru, saya rasa ini adalah sebuah pertaruhan, tapi saya telah melihat beberapa hal.”
“Tentu saja kami telah mengadakan banyak pertemuan dengan berbagai tim dan juga dengan Honda. Dan apa yang mereka tunjukkan kepada saya membuat saya ingin menjadi bagian dari proyek itu. Meskipun mereka telah melewati masa-masa sulit, terutama 2 tahun lalu, mereka telah berkembang pesat dan saya pikir akan sangat menarik untuk melihat motor tahun depan, ”terang Quartararo yang dilansir Berita Balap dari GPone.com.
“Saya yakin sejak 2020 hingga kini, pabrikan Eropa sangat cepat dalam mengambil keputusan dan jauh lebih berani mengambil resiko. Mengenai Yamaha yang saya kenal, kami tidak cukup berani mengambil resiko dalam pengembangan motor. Kami selalu terlalu lambat. Saya rasa inilah alasan mengapa pabrikan Eropa berhasil menciptakan jarak yang begitu besar. Di Honda, saya melihat adanya perubahan, mereka memperkenalkan inovasi dengan jauh lebih cepat dan saya yakin kini mereka telah memahami apa yang mereka butuhkan untuk bersaing dengan pabrikan lain, ”tambah Quartararo. BB1














