Marc Marquez Berani Tantangan Baru di Motor Lain ? Ini Pendapat Para Legenda Balap

BeritaBalap.com-Kontrak Marc Marquez (Repsol Honda) yang akan berakhir tahun 2020, menimbulkan berbagai spekulasi. Pastinya beberapa tim pabrikan tertarik. Misal KTM dengan dukungan dana yang kuat dari Red Bull ataupun Ducati dalam VW Group yang dipastikan mampu membayar lebih mahal dari apa yang diberikan Honda.

Bahkan pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat memberikan opininya dalam media asal Italia tuttomotoriweb.com, bahwa Marc Marquez mengancam pindah Ducati jika Honda tidak menerima adiknya, Alex Marquez dalam MotoGP 2020. Dalam hal ini, HRC wajib melepas Jorge Lorenzo.

Lebih lanjut, beberapa leganda balap seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan ataupun Wayney Rainey memberikan pendapatnya sehubungan perlu tidaknya seorang rider seperti Marquez untuk berpindah pabrikan. Maklum saja, wacana ini selalu hadir setiap berakhirnya kontrak juara dunia MotoGP 2018 tersebut.

koizumi

Demikian hal yang diklaim sebagai upaya membuktikan kualitasnya. Jadi terbukti pernah menang di motor lain ataupun mampu juara dunia di pacuan berbeda. Itu seperti yang dilakukan Valentino Rossi ataupun Casey Stoner.

“Jika kamu memiliki tim yang bagus dan motor yang bagus, mengapa harus berganti ? Jika pabrikan senang dan anda juga, maka saya pikir lebih baik tetap bersama tim karena anda tahu segalanya, “tutur Agostini yang berusia 76 tahun itu dalam sebuah wawancara dengan media MotoGP.com.

BACA (JUGA) : Skenario Ancaman Marquez Pindah Ducati Jika Honda Tidak Rekrut Adiknya Dan Lepas Lorenzo ?

“Jika motormu tidak sebaik pabrikan lain, maka tentu saja kamu bisa berpindah. Tetapi jika motornya baik dan pengemudinya juga baik, maka kupikir lebih baik tetap bersama, “tambah Agostini yang sukses memenangkan gelar juara dunia sebanyak 13 kali bersama MV Agusta dari total 15 kali.

Lain hal, legenda balap Wayne Rainey yang menyebut bahwa keputusan untuk pindah motor itu adalah sebuah tantangan besar. Disebutnya, ada rider yang menginginkan hal tersebut agar tetap bersemangat. Tidak mau nyaman dengan keadaan yang ada sekarang. Bisa juga memang ada komitmen yang lebih baik dari pabrikan lain. Nah, yang terakhir ini diutarakan Mick Doohan.

“Ini tantangan besar untuk menang di motor lain. Ini bukan cara normal yang dilakukan banyak juara lain, tetapi kadang-kadang pembalap membutuhkannya untuk tetap termotivasi, “tukas Wayne Rainey, pembalap asal USA yang juaga dunia GP500 tahun 1990, 1991 dan 1992 saat bersama Yamaha.

“Saya pikir itu keputusan individu. Dalam karier saya, saya memiliki banyak peluang, tetapi komitmen penuh dari pabrikan lain tidak diberikan. Saya selalu transparan kepada Honda dalam hal apa yang ditawarkan oleh tim lain untuk mendorong segalanya, bukan hanya aspek finansial, tetapi juga sisi teknis, “timpal Mick Doohan, juara dunia GP500 tahun 1994 hingga 1998 bersama Honda. BB1

Klasemen Sementara MotoGP 2019 :

Facebook Comments

You May Also Like