BeritaBalap.com-Bos Tim Yamaha Paolo Pavesio mengungkapkan alasan kenapa mereka pilih beralih ke konstruksi mesin V4 untuk MotoGP tahun 2026 ini. Tinggalkan mesin inline 4. Padahal musim depan (2027), aturan berubah lagi dengan mesin 850 cc. Bukan 1000 cc lagi seperti sekarang.
Disamping itu juga, paket aero yang lebih simpel dan perangkat hight device yang tidak diperbolehkan lagi. Apakah ini disebut langkah spekulasi ? Ternyata tidak. Ada 2 alasan strategis kedepan dan ini butuh keberanian untuk melakukannya. Jangan sampai terlambat.

Apa saja itu ? Pertama, berhubungan dengan potensi mesin V4 yang dianggap lebih baik dari inline 4. Hal kedua, bahwa hasil riset dan pengembangan yang dilakukan akan menjadi pondasi untuk konfigurasi mesin dengan regulasi baru 2027 nanti. Jadi bukan hanya bicara silinder yang memang berbeda, tetapi ada sisi lain dari riset dan pengembangan untuk menjadi dasar.
“Kami percaya pada diri kami sendiri, dan kami percaya bahwa perjalanan (V4) yang telah kami pilih adalah yang benar. Selain itu, kami percaya bahwa ketika kami harus mengejar ketertinggalan, maka kami perlu berani dan tegas. Dan inilah mengapa keputusan untuk beralih ke konfigurasi V4 pada tahun 2026 diambil, “ujar Paolo Pavesio selaku Managing Director Yamaha Racing.
BACA (JUGA) : Terungkap Perangkat Baru Pada Motor Ducati GP26 Yang Siap Buat Pecco Lebih Spesial
“Motor ini pasti memiliki potensi lebih besar daripada yang kami gunakan pada tahun 2025. Selain itu, konfigurasi V4 adalah yang memproyeksikan kami di era 2027-2031. Jadi, ada dua alasan (untuk beralih ke V4), ialah untuk mengejar ketertinggalan performa pada tahun 2026, tetapi juga, jujur saja, ini akan menjadi fondasi untuk tahun MotoGP berikutnya, “tambah Paolo Pavesio yang dilansir Berita Balap dari Crashnet. BB1
















