Tips Mengukur Tekanan Angin Ban Motor Untuk Meminimalisir Resiko Kecelakaan

BeritaBalap.com- Ban merupakan komponen yang sangat penting pada sepeda motor, untuk itu perlu dijaga kondisinya agar tetap mampu berfungsi dengan optimal. Salah satu cara yang paling mudah dalam merawat ban sepeda motor adalah menjaga tekanan angina agar tetap pada ukuran yang semestinya.

Mengingat pentingnya peran ban dalam kinerja sepeda motor, wajar jika kita wajib merawatnya dengan baik. Walaupun ban adalah salah satu komponen yang bisa habis dan harus diganti baru secara berkala, namun tetap butuh perawatan rutin selama pemakaian. Salah satu cara merawatnya dengan memastikan ukuran angin ban motor dalam kondisi tepat.

Hanya saja, mayoritas pengendara kurang memperhatikan ketika mengecek tekanan angin ban motor. Cara paling umum dengan menekan ban pakai tangan. Jika Ban terasa empuk saat dipencet berarti masih butuh tambahan angin. Kalau sudah keras maka dianggap cukup.


Padahal, cara mengukur tekanan angin ban seperti itu kurang tepat karena semestinya ukuran angin ban harus disesuaikan dengan standard kebutuhan mobilitas sehari-hari penggunanya. Selain itu, penggunaan angin jenis Nitrogen dibanding angin biasa juga lebih disarankan guna membuat kinerja ban lebih optimal.

Nitrogen memiliki stabilitas yang jauh lebih baik daripada udara biasa. Ukuran angin ban motor dengan Nitrogen tidak akan banyak berubah meski suhu sedang naik baik karena cuaca maupun penggunaan di atas aspal. Penggunaan Nitrogen juga dapat membuat ban lebih awet, terutama untuk tipe ban tubeless yang kini sudah menjadi standar di produk-produk terbaru Yamaha.

“Ukuran tekanan ban harus disesuaikan dengan standarnya untuk kebutuhan sehari-hari, para pengendara dapat mengatur tekanan ban yaitu ban depan 200kpa/29 PSI, ban belakang 225kpa/33 PSI, akan lebih bagus lagi jika menggunakan angina berjenis nitrogen yang dapat menjaga suhu ban juga.” terang Panca selakau tim Technical Warranty & Education Yamaha Madiun-Kediri. Tim

Facebook Comments

You May Also Like