Yamaha Indonesia Fasilitasi Rider Daerah Berprestasi Tarung di Sunday Race Sentul


Beritabalap.com – Pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berupaya menjembatani rider-rider berprestasi dari berbagai daerah untuk dapat berlatih dan tarung di balap Sport 150 cc. Dalam hal ini, di gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) di Sirkuit Sentul. So, ini kesempatan langka alias jarang terjadi yang dipersembahkan Yamaha Indonesia.

“Bagi siapa saja yang memang berpotensi dan berprestasi, kita pilih dan tetapkan untuk bergabung dengan suatu tim. Akan ada pembinaan yang terarah. Seperti Irvansyah Lubis dari Medan saat seri ke-2 YSR. Sebelum bertanding, kita latih selama 1 minggu di Sentul, “ujar Wahyu Rusmayadi, Divisi Motorsport YIMM yang juga koordinator tim-tim balap di semua region.

Hasilnya memang Irvansyah Lubis yang difasilitasi di tim Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci sudah dapat mengukir waktu 1 menit 50 detik saat kualifikasi dan finish ke-5 dalam race. Proses belajar dan evaluasi dilakukan secara detail. Berbagai masukan diberikan mekanik Achos Lalang dan rekan se-tim yang lebih senior, Richard Taroreh.


Semua berdasarkan data valid. Kan grafik RPM, buka-tutup gas dan pengereman dapat dilihat di laptop. Tidak bisa dibohongi. Kebijaksanaan untuk Irvasyah Lubis ini akan berkelanjutan. Termasuk ikut pula tarung di Kejurnas IRS 2017 sentul. “Selama tidak bersamaan dengan seri Motorprix 2017 Sumatera, maka ia akan main terus, “tutur Subhan Al Ghazali selaku pemilik tim 549 Kaboci kepada portal beritabalap.com yang paling lengkap bicara berita balap.

“Irvansyah Lubis memang beberapa kali merebut podium juara di Motorprix 2017 Sumatera. Dia memimpin klasemen. Kita ajak main di Sentul untuk mengasah skillnya, sekaligus juga memperkuat mentalnya. Jadi ini tidak menutup kemungkinan untuk racer dari daerah lain yang memang punya prestasi signifikan, “timpal Wahyu Rusmayadi yang juga manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang tarung di Asia Production 250 (AP250) hajatan Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017). BB1

 

Facebook Comments

You May Also Like