BeritaBalap.com-KTM memang paling spesial ketika bicara langkah pembinaan yang dilakukan sejak balap Rookies Cup, kemudian JuniorGP, Moto3, Moto2 dan lanjut MotoGP. Pedro Acosta dan Brad Binder adalah buktinya. Mereka jebolan Rookies Cup.
Kalau Ducati yang dominan dalam beberapa tahun belakangan memang tidak ada konteks tersebut. Justru pembalap yang ingin pindah kesana karena menganggap motornya paling kompetitif. Ini seperti kasus Marc Marquez dari Honda pindah ke Ducati hingga tahun ke-2 terbukti meraih juara dunia MotoGP.

Pertanyaan kritisnya, bagaimana dengan Yamaha ? Apa yang menjadi strategi manajemen dalam pembinaan pembalap muda potensial ? Ternyata tim Moto2 Pramac Racing yang sudah dijalankan sejak 2025 menjadi media pembinaan rider menuju level MotoGP.
“Moto2 adalah proyek yang akan membuahkan hasil dalam jangka panjang, ”ujar Paolo Pavesio, Bos Yamaha Racing yang dilansir Berita Balap dari SPEEDWEEK.com.
BACA (JUGA) : Tim VR46 Ingin Pindah Pabrikan Aprilia Saat Regulasi Baru 850 cc (2027) ?
“Tujuan kami adalah menemukan pembalap yang memiliki potensi untuk menjadi pembalap MotoGP. Itulah mengapa kami tidak mengharapkan hasil jangka pendek, kami ingin mempersiapkan pembalap masa depan kami. Itulah mengapa kami memilih Alberto Ferrandez, yang pada usia 18 tahun masih sangat muda dan berasal dari Kejuaraan Moto2 Spanyol. Kami percaya ini lebih efektif daripada mengambil yang spesial di Moto2 yang sudah mapan untuk tahun 2026, 2027 atau 2028. Kami telah menyelesaikan tahun pertama proyek ini, kita akan lihat bagaimana perkembangannya di musim-musim mendatang, ”tambah Paolo Pavesio. BB1















