Tidak Mau Deal Politis ! Haji Supriyono Siap Berjuang Hingga Titik Akhir Pemilihan Ketum IMI DKI Jakarta

BeritaBalap.com-Haji Supriyono diberitakan sebelumnya bahwa ia sudah memenuhi semua persyaratan dan fix sudah mendaftar untuk menjadi calon Ketua Umum (Ketum) Pengprov IMI DKI Jakarta periode 2026-2030. Tepatnya Jumat lalu (22 Agustus).

Nah, yang menarik ada pertanyaan kritis Berita Balap dan Video Balap yang notabene sudah mengenal Haji Supriyono sejak tahun 2000-an. Beliau memang pelaku langsung balap nasional.

Apakah kemudian akan berubah keputusannya ketika terjadi sebuah discuss ataupun bargaining posisi struktural di IMI DKI Jakarta ? Maksudnya pembicaraan dengan calon lain atau lewat penghubung yang dalam bahasa teori komunikasi disebut liaison.

koizumi

Jawabannya tidak ! Haji Supriyono mengakui akan all-out dalam pertarungan yang harus fair dalam Musprov IMI DKI Jakarta, Sabtu nanti (29 Agustus). Konteks ini disebut sebagai upaya mengapresiasi atau menghargai klub yang sudah mendukungnya. Demikian pembicaraan saat kita bertemu dalam event Klaten Motocross International 2026 dan Kejurnas Motocross Seri ke-6 Minggu lalu.

BACA (JUGA) : Haji Supriyono Kandidat Kuat Ketum IMI DKI Jakarta 2026-2030, Sudah 20 Tahun Pengurus IMI Dan Pelaku Signifikan Balap Nasional

Insha Allah, saya akan berjuang, Mas sampai akhir di Musprov IMI DKI Jakarta. Tidak mau ada deal-deal politis untuk sebuah posisi di IMI DKI, kecuali memang dealnya saya yang menjadi ketua umum, “tegas Haji Supriyono yang beberapa tahun ini makin agresif mensponsorin pembalap-pembalap Indonesia ke balap dunia, Asia dan nasional, termasuk mensupport gelaran-gelaran balap kejuaraan nasional bersama Pikoli Racing.

Pastinya, jelang pelaksanaan, sudah ada ataupun akan belanjut lobi-lobi politis ke berbagai pihak terkait, termasuk kepada klub pemilik suara. Juga diasumsi akan ada intervensi dari pihak tertentu untuk memenangkan calon tertentu. Ini tradisi di Indonesia tercinta. Nah, disini diuji kekritisan dan logika akal sehat klub pemilik suara.

Catatan sedikit tapi penting dari penulis, rakyat Jakarta itu paling kritis. Beda dengan daerah lain. Sebagai ilustrasi saja, saat Pilkada Gubernur DKI Jakarta, mereka dapat membalikkan keadaan dan membantah berbagai kajian lembaga survey hingga dapat mengalahkan calon yang diusung partai-partai pro pemerintahBB1

You May Also Like