Berapa Kerugian Tim Superbike (WorldSBK) Jika Seri Terdekat Dibatalkan ?

BeritaBalap.com-Menarik untuk mengetahui sehubungan berapa biaya yang sudah dikeluarkan tim balap superbike (WorldSBK) ketika ada seri yang secara mendadak dibatalkan. Maksudnya, pada awalnya akan dihelat namun kemudian dicancel ataupun ditunda.

Sebagai contoh seri ke-2 WorldSBK di Losail, Qatar yang menurut rencana digelar pada 13-15 Maret namun ditunda karena masalah serius penyebaran Virus Covid-19. Faktanya memang tidak jauh dari putaran perdana di Australia pada 1 Maret. Juga Jerez yang planning pada tanggal 27-29 Maret tetapi dibatalkan pula.

BACA (JUGA) : Wow..! Walau Pendemi Corona, Jack Miller Akui Bisa Latihan Motokros Di Australia

‘Jadi saat kalender balap sudah ditentukan, maka kami segera memesan penerbangan, hotel atau apartemen dan sewa mobil. Biaya semua ini sekitar 70 ribu euro. Kamu harus tahun bahwa saat balapan di luar Eropa, maka ada 25 orang bersama saya, namun saat di Eropa lebih banyak hingga 30 orang karena ada banyak pekerjaan, “terang Manuel Puccetti selaku pemilik tim yang disupport pabrikan Kawasaki.

Sekilas informasi saja, jika 70 ribu euro itu dikonversi ke mata uang rupiah, maka nilainya sekitar Rp. 1,2 milyar. Wow, relatif besar ya. Bisa buat balap setahun di Indonesia itu. He he he he he… Pertanyaan kritisnya, berapa kisaran biaya kerugian ketika ada biaya yang bisa direfund atau dikembalikan, termasuk pemotongan karena refund tersebut ?

BACA (JUGA) : MotoGP Jerez (3 Mei) Dan Le Mans (17 Mei) Resmi Ditunda

“Kami sedang menghitung semuanya, namun hotel yang kami pesan di Qatar belum juga diganti uangnya, juga yang di Jerez, Spanyol. Sedangkan penerbangan Ryanair sudah mengembalikan setengah. Namun masalahnya, tidak semua orang di tim saya berasal dari Italia. Jadi mereka bepergian dengan perusahaan yang berbeda, “tutur Manuel Puccetti.

“Tetapi jika saya benar-benar harus mengatakan angkanya, saat ini kami sudah kehilangan 10 ribu euro untuk pembatalan Qatar dan Jerez. Faktanya bahwa situasi ini terus berkembang dimana perusahaan atau penerbangan akan meninjau kembali kebijakan mereka, “tambah Manuel Puccetti. By the way, 10 ribu euro itu seputar Rp. 175 juta. Tapi itu belum fix, karena masih ada yang berproses. BB1

Facebook Comments

You May Also Like