Bongkar Mesin Jupiter 130 Tim RC3 Aben Racing RRT, Jawara IDC 2019 Yogyakarta

BeritaBalap.com-Bukan perkara mudah atau disebut kebetulan, bisa torehkan waktu 8.022 detik pada lintasan basah. Ingat ya, itu kondisinya di trek basah. Nah, ada empat pacuan Bebek 130 cc Tune Up yang mampu mencetak  waktu tersebut diSsirkuit Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta saat gelaran Kawahara IRC IDC Series 2019, Minggu kemarin (10 Maret).

Rahadian sebagai mekanik

Dalam hal ini, yang akan kita tulis ini, karya terbaru dari dari mekanik Rahadian. Sebagai catatan saja, bebek dengan livery kuning ini sebelum datang ke Lanud Gading, sudah lebih dahulu meraih podium tertinggi di Meikarta, Karawang dan Kajen, Pekalongan.

BACA (JUGA) : Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Rekor Nasional Pecah 6,627 Detik, Ini Hasil Lengkap Juaranya

Alhasil, kudabesi yang bernaung di bawah tim RC3 Aben Racing RRT sudah langganan juara. Mau gonti-ganti sirkuit tetap saja, si-kuning ini langganan juara. Ha ha ha ha… Tiada lawan pokokke !

Kali ini yang dibahas saat dibesut joki asal Jombang, Alvan Cebonk yang juga terbaik dalam Bebek 4 Tak TU s/d 130 cc saat Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta. Ini balapan paling bergengsi ya dalam 5 tahun belakangan. Belum juara disini, belum oke namanya. Disini pembuktiannya.

Karburator Keihin PWK 28 direamer menjadi 30 mm

“Tinggal setting di tempat sehubungan Karburator PWK 28 yang reamer menjadi 30 mm. Saat kemarin, kombinasi spuyernya 115/60 dengan jarum klep titanium berukuran 30/25. Karakternya pembakaran kering. Tenaga motor sangat kuat, untuk itu joki dituntut kontrol RPM dan harus konsentrasi penuh. Ditambah kondisi aspal saat race final yang lembab dan kurang mulus, ”bilang Rahadian sebagai tuner.

Bicara soal angka kompresi maka perbandingan kompresi 13.8:1 dianggap pas. Itu handlingnya bisa dikontrol, juga optimal saat langkah pembakaran. Powernya oke punya. Spesial di berbagai tingkatan RPM. Terlebih saat RPM diatas 11 ribu.

Lanjut ke durasi kem dipatok 272 derajat untuk sisi in dan outnya 272 derajat. LSAnya seputar 104 derajat. Itu prioritas RPM tengah keatas. Suplai gas aktif di ruang bakar disupport angkatan klep hingga 9,5 dan 9,6 mm.

Tidak kalah penting adalah penataan perbandingan rasio. Menurut penjelasan Rahadian, hitungan rasio sebagai berikut ini, mulai rasio gigi 1 dengan ukuran 14/33, lanjut persneling 2 di angka 16/29. Kalau percepatan 3 nya masih standar, sedangkan rasio gigi 4 adalah 26/23. Terakhir perbandingan final gear efektif menyalur tenaga ke roda dengan perbandingan 13/34. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like