Bongkar Rahasia Underbone 125Z Tim Aira YDJ14, Berjaya di Indoclub Sentul (Seri 4)

BeritaBalap.com- Pada race 1 Underbone 2 Tak s/d 125 cc Mix Engine dalam kejuaraan Daytona Indoclub Championship 2019 di Sirkuit Karting Sentul Bogor, Jabar, Minggu kemarin (20 Oktober), terbukti bahwa Yamaha 125Z yang digeber oleh Janoer Deden dan Ervantona ini finish di urutan ke-3 dan ke-4.

Nah pada race 2, Ervantona sukses finish di posisi ke-2 dalam event yang sudah memasuki seri ke-4 tersebut, sementara Janoer Deden terlempar dari persaingan 5 besar. Bagi yang belum paham, kategori ini termasuk sebagai salah satu kelas bergengsi. Makanya menjadi kelas point. Paham ya !

Menurut keterangan Torix selaku mekanik pendamping dari tim Aira PT Rena Jaya Mandiri YDJ14 Akai Jaya The Strokes 55, bahwasanya motor yang berhasil menghantarkan Ervantona, rider asal Klaten meraih podium runner-up ini memiliki power yang ngisi terus. Tidak hanya teriak.

koizumi

Dalam hal ini, port-exhaust alias tinggi lubang diatur diangka 27 mm. Itu diukur dari bibir silinder. Karakternya optimal dan nyaman ketika aksi rolling-speed dan dalam momen mencapai peak-performance, sedangkan lubang transfer di kisaran 43,5 mm. Kemudian proses pembakaran disempurnakan dengan pengapian Yamaha 125Z. Efeknya responsif dalam setiap perpindahan percepatan.

Pasukan Aira PT Rena Jaya Mandiri YDJ14 Akai Jaya The Strokes 55

Selanjutnya urusan pengabut bahan bakar paling pas menggunakan karbu Keihin PWK 28, itu diklain pas dengan kapasitas mesin 125 cc. Untuk ukuran spuyernya, pilot jet nya 69 dan main jet 142.

Katanya sich menyesuaikan dengan suhu lintasan yang mencapai 30 derajat dan pastinya sesuai pula dengan karakter lintasan Karting Sentul. Tekanan bahan bakar dibantu juga dengan red valve by V-Force3. Ini dia yang menolong kompresi primer ala 2-tak agar padat berisi sampai ruang bakar.

Bicara perbandingan kompresi safety pada angka 14,3 : 1. Tidak ada gelaja overheat atau temperatur panas berlebihan. Itupun sesuai dengan penggunaan bahan bakar Pertamax Plus. Jika dilacak dari kotak CDI yang dipakai berkode 4SS-T1. Ini pengapian racing bawaan Yamaha YZ125.

’’Tidak ada perubahan apapun dari pengapian ini. Tinggal pasang saja. Yang terasa, powernya spesial mulai dari putaran rendah sampai dengan top speed, ”ucap Torix yang pastinya mendapat kepercayaan dari mekanik utama, Bima Aditya.

Oh ya, aaat bersamaan, tuner Bima Aditya tidak hadir di Sentul karena konsen di final Motoprix 2019 Surabaya dan sukses pula merebut podium MP1 (150 cc). Sekilas informasi saja, tim asal Palu, Sulteng ini dikomandoi Adriansyah sebagai pemilik tim dan Yawan YDJ14 sebagai manajer tim.

Ervantona yang sukses meraih podium runner-up

Sampailah pada perbandingan rasio. Adapun perangkat gigi rasio yang dipinang dari YY Pang. Memang ada beberapa opsi dari perangkat asal Malaysia tersebut. Perkiraan penulis tidak akan jauh dari rumusan rasio 1 (16/30), 2 (21/31), 3 (20/24), 4 (22/25), 5 (23/23) dan 6 (27/25) dengan kombinasi final-gear 14/52.

Mungkin pula sehubungan hitungan rasio ini, mekanik merevisi sedikit sesuai masukan pembalap. Yang pasti, kita tunggu saja ya prestasi lanjutan Underbone 125Z yang dominan kelir kuning ini. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like