Fenomena Haji Putra Rizky (LFN Racing Team), Penting Buat Gairahkan Balap Nasional

BeritaBalap.com-Haji Putra Rizky yang juga pemilik LFN Racing menjadi fenomena tersendiri saat ini. Dalam konteks ini, penulis fokus dalam dunia road race ya karena sebetulnya doi juga bermain di balap mobil, bahkan dalam berbagai cabang olahraga balap mobil.

BACA (JUGA) : Keren ! Pembalap Moto3 Mario SA Dampingi Hendriansyah Latih Siswa 76 Racing School Diatas NSF250R

Beberapa variabel yang membuatnya fenomenal, mulai Haji Putra Rizky yang menambah formasi timnya lebih solid tiap tahun. Lanjut menolak support pabrikan Astra Honda Motor (AHM) sehingga didalam tim adapula motor Yamaha, selain Honda. Lanjut lagi main balap Asia dengan 5 petarung (ARRC 2022) dan tidak kalah penting adalah memproyeksikan juara nasional pemula menuju ARRC 2022. Termasuk menyelenggarakan dan mendukung berbagai event balap nasional.


Konteks ini yang kemudian menghadirkan konsekuensi logis, yaitu memberikan gairah tersendiri bagi balap nasional. Makin seru. Makin sedap dipandang mata. Tidak begitu-begitu saja dalam beberapa tahun belakangan. Kurang variatif. Kobaran api kurang besar.

Alhasil, memang dibutuhkan sosok demikian. Finally, semua jadi termotivasi. Semua jadi mawas diri. Semua jadi lebih serius mengejar prestasi. Efek domino ini yang sangat penting.

Oh ya, ada yang menyebut harga kontrak pembalap yang diberikan Haji Putra yang juga bos CV. Lintas Fortuna Nusantara (LFN) terlalu tinggi. Merusak harga pasaran. Ini yang kemudian dibantah penulis ketika kita bersandar pada positive thinking. Berpikir positif sajalah.

Ingat, dalam dunia bursa transfer pemain sepakbola atau olahraga lain, adalah sah-sah saja menawar pemain atau pembalap dengan harga tinggi. Tidak ada hukum yang melarang selama kuat secara finansial. Semua kembali kepada rider, pilih iya atau tidak dengan tawaran yang diberikan. Simple kan..!

Oh ya (lagi), dalam sebuah kesempatan Haji Putra Rizky juga menceritakan bagaimana para pembalap berprestasi, baik seeded ataupun pemula yang menawarkan diri untuk bergabung di timnya.

Bahkan beberapa racer tersebut adalah juara nasional musim 2021 lalu. Namun memang tidak enak disebut dalam tulisan itu. Kurang etis tapi itu valid datanya. Jadi memang pembalap tersebut yang punya motivasi untuk bergabung.

Intinya ketika kita mengedepankan kembali positive thinking, bahwa mereka itu ingin prestasinya lebih diapresiasi oleh tim dengan kontrak yang lumayan dan itu manusiawi sekali. Kapan lagi jika tidak saat dia berprestasi signifikan. BB1

Facebook Comments

You May Also Like