Hebatnya Lorenzo, Ditendang Ducati Tapi Metode Kerjanya Ditiru Petrucci

Beritabalap.com-Jorge Lorenzo (Ducati) memang sudah dipastikan pergi ke Repsol Honda untuk dua tahun kedepan (2019-2020). Namun ternyata metode kerjanya menjadi acuan atau ditiru Danilo Petrucci yang notabene akan menggantikannya. Lorenzo dianggap Petrucci memilih cara kerja yang spesial sejak latihan bebas, bahkan dalam semua sesi.

“Dia adalah pembalap yang sangat baik dan jika anda mengeceknya, maka ia selalu mendorong banyak hal di semua sesi latihan bebas. Dia luar biasa cepat pada lap pertama latihan, “terang Petrucci yang mengaku akan banyak belajar tahun ini untuk persiapannya di tim Ducati tahun depan.

“Ketika anda harus mengambil risiko lebih banyak karena dalam latihan anda tidak memiliki waktu lap atau anda mungkin tidak memiliki ban yang paling panas atau ban yang belum siap, ia mampu mendorong banyak hal. Saya pikir ini cara merasakan motor. Dia adalah juara dan dia mendapat sesuatu yang lebih di beberapa area. Kami menemukan hal ini dan kami mencoba untuk meniru caranya, mencoba menjadi lebih efisien, “tambah Petrucci.

Baca (juga) : Direktur Ducati Jelaskan Mengapa Kontrak Lorenzo Gagal Diperpanjang, Ternyata…

Sedikit informasi saja, kepergian Lorenzo sempat diutarakan oleh Direktur Olahraga, Paolo Ciabatti bahwa cukup mengejutkan karena mendapat tawaran setelah menang di seri Mugello, Italia. Hanya saja memang Lorenzo sudah terlanjur kecewa dengan statement CEO Ducati Domenicalli ke berbagai media yang menyebut Lorenzo sudah tidak cocok naik Ducati, hanya posisi Dovizioso yang kuat.

Saat ini Lorenzo ada di posisi ke-6 klasemen sementara MotoGP 2018, kemudian Petrucci ke-7 dan Iannone ke-9. Lebih lanjut Petrucci menyamakan Lorenzo dengan mantan legenda Ducati Casey Stoner mengenai seberapa cepat dia bisa berada di lap pertama balapan. “Sekarang ini dia seperti, anda ingat Stoner, dia di lap pertama, dia luar biasa bagaimana dia cepat, “tutur Petrucci.

“Saya pikir dia memiliki banyak latihan mengenai hal ini karena pada tahun sebelumnya ketika dia memulai dengan Ducati, saya ingat dia mulai sangat lambat dan kemudian jika diibaratkan seperti angka, setiap lap dia memperoleh 0,2 detik kemudian 0,3 detik. Yang pasti, dia banyak bekerja di titik lemah dan sekarang dia yang terbaik melakukan ini, “tambah Petrucci. BB1 

Facebook Comments

You May Also Like